HUT ke-58, BPJS Kesehatan Pangkalpinang Refleksi-Perkuat Kolaborasi

  • 15 Jul 2026 14:28 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang-BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang memperingati HUT ke-58 BPJS Kesehatan dengan menjadikannya sebagai momentum refleksi dan penguatan kolaborasi antar-stakeholder. Langkah ini krusial dilakukan di tengah tantangan finansial yang sedang dihadapi oleh instansi penjamin kesehatan tersebut.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Pangkalpinang, Aswalmi Gusmita, mengatakan, saat ini kondisi keuangan BPJS Kesehatan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sedang mengalami defisit akibat tingginya angka belanja pelayanan kesehatan dibanding penerimaan iuran.

"Dari sisi finansial, kita tidak dalam kondisi yang sehat. Sampai bulan Juni ini, belanja layanan kesehatan kita sudah mencapai Rp427 miliar, sementara penerimaan iuran baru di angka Rp408 miliar," ujar Aswalmi.

Guna menghadapi tantangan tersebut, Aswalmi menegaskan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat dan komitmen dari mitra strategis. Mengingat keterbatasan fiskal pemerintah daerah, BPJS Kesehatan juga mendorong peran aktif dari sektor swasta untuk berkontribusi nyata.

Salah satu inovasi yang disoroti dalam peringatan HUT tahun ini adalah penggalangan dana melalui program donasi. Melalui berbagai kegiatan perlombaan seperti tenis meja dan futsal, BPJS Kesehatan berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp14 juta yang prosesnya masih terus berjalan.

Dana yang terkumpul tersebut dipastikan bukan berbentuk bantuan sosial (bansos), melainkan murni Bantuan Iuran JKN yang bersumber dari kantong pribadi para donatur. Bantuan ini akan dialokasikan khusus bagi masyarakat miskin atau peserta non-aktif yang menunggak akibat keterbatasan kemampuan membayar.

Selain memberikan apresiasi kepada tiga badan usaha swasta yang telah berkontribusi dalam program donasi dan mendaftarkan karyawannya, Aswalmi juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat.

"Kalau semuanya sakit, siapa yang akan menopang satu sama lain? Untuk kuat, maka semuanya harus berpartisipasi aktif," katanya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Bangka Belitung, dr. Muhammad Brizain, menyampaikan pihaknya berkomitmen penuh mendukung Sistem Jaminan Kesehatan Nasional dengan berfokus pada dua aspek utama yakni kendali mutu dan kendali biaya.

Terkait Optimalisasi Layanan kata dia, menjamin masyarakat mendapatkan hak pelayanan medis terbaik secara langsung di rumah sakit. Pengawasan Anggaran seluruh rumah sakit anggota PERSI Babel telah memiliki unit khusus untuk memastikan penggunaan dana BPJS sesuai dengan indikasi medis dan aturan yang berlaku.

"Kami selalu mendorong petugas di rumah sakit untuk bekerja sesuai aturan. Kami berharap BPJS Kesehatan tetap eksis dan mampu mengelola sistem ini dengan sempurna, sehingga keberlangsungan pembiayaan pelayanan kesehatan di rumah sakit tetap terjamin," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....