DPRD Pekanbaru Minta Insentif Kader Posyandu Dinaikkan
- 15 Jul 2026 11:25 WIB
- Pekanbaru
Poin Utama
- Tekad Abidin meminta Pemko Pekanbaru meningkatkan insentif kader Posyandu yang saat ini hanya berkisar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per bulan.
- Kader Posyandu memiliki peran strategis yang mencakup pelayanan kesehatan ibu dan anak, pendataan masyarakat, penyuluhan kesehatan, dan pencegahan stunting.
- Beberapa kader Posyandu bahkan menggunakan dana pribadi mereka sendiri untuk mendukung kegiatan Posyandu ketika anggaran belum mencukupi.
- Peningkatan insentif diharapkan dapat meningkatkan motivasi kader dan menjaga kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat paling dasar.
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Abidin, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan kader Posyandu. Ia menilai insentif yang diterima para kader saat ini belum sebanding dengan peran besar mereka dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Permintaan tersebut disampaikan setelah Tekad menerima berbagai aspirasi masyarakat saat melakukan kunjungan dan dialog dengan warga di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru, Selasa 14 Juli 2026.
Menurutnya, banyak kader Posyandu menyampaikan keluhan terkait rendahnya insentif bulanan yang mereka terima. Padahal, para kader menjadi bagian penting dalam menjalankan berbagai program kesehatan hingga tingkat lingkungan.
Berdasarkan aspirasi yang diterima, sebagian kader hanya memperoleh insentif sekitar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per bulan. Nilai tersebut dinilai belum sebanding dengan tanggung jawab yang harus mereka jalankan.
"Saya banyak mendengar keluhan kader Posyandu yang hanya mendapatkan insentif Rp50 ribu sampai Rp100 ribu setiap bulan. Padahal tugas mereka cukup berat karena berada di garis depan pelayanan masyarakat," ujar Tekad Abidin.
Ia menjelaskan, peran kader Posyandu saat ini tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Mereka juga membantu berbagai program pemerintah seperti pendataan masyarakat, penyuluhan kesehatan, hingga upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Tekad juga mengungkapkan masih adanya kader yang menggunakan dana pribadi untuk mendukung kegiatan Posyandu ketika anggaran yang tersedia belum mencukupi. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kepedulian kader, namun menurutnya tidak seharusnya menjadi beban yang terus mereka tanggung.
"Ada kader yang memakai uang sendiri untuk membeli makanan tambahan bergizi atau memenuhi kebutuhan kegiatan Posyandu. Semangat mereka patut diapresiasi, tetapi pemerintah juga harus hadir memberikan dukungan yang layak," katanya.
Karena itu, Tekad mendorong Pemko Pekanbaru segera melakukan evaluasi terhadap besaran insentif kader Posyandu. Ia berharap peningkatan dukungan finansial dapat disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
Menurutnya, peningkatan insentif bukan hanya bentuk penghargaan kepada kader, tetapi juga langkah strategis untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat paling dasar.
"Kalau kesejahteraan kader diperhatikan, tentu motivasi mereka akan semakin meningkat dan pelayanan kepada masyarakat juga menjadi lebih maksimal," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....