Pentingnya Warga Sekolah Memahami Tehnik Perlindungan Diri Saat Bencana
- 15 Jul 2026 09:04 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Sosialisasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Rawan Bencana Tahun 2026 merupakan program yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gunungsitoli.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam menghadapi dan mengurangi risiko bencana. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Gunungsitoli, Selasa 14 Juli 2026.
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan diantaranya pembukaan acara sosialisasi, penyampaian materi mitigasi, evakuasi, dan diakhiri dengan diskusi/tanya jawab.
Kepala BPBD Kota Gunungsitoli Adiman Perwira Harefa menyampaikan bahwa Implementasi siaga bencana di sekolah mencakup identifikasi potensi bahaya, pengenalan tanda darurat, dan evakuasi mandiri.
Warga sekolah perlu memahami pemetaan risiko lokal, respon bunyi sirine, serta teknik perlindungan diri yang tepat agar meminimalisir korban sebagaimana rujukan resmi program ini yang telah diatur melalui Kemendikdasmen SPAB dan panduan BNPB Indonesia.
Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) oleh Kemendikdasmen berpedoman pada regulasi dan panduan penanggulangan bencana. Pelaksanaan SPAB didasarkan pada tiga pilar utama yaitu fasilitas sekolah yang aman, manajemen penanggulangan darurat, dan edukasi pengurangan risiko bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....