Gempa M6,2 Guncang Mindanao, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
- 15 Jul 2026 05:04 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID, Talaud – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada Selasa (14/7/2026) pukul 22.49 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa yang berpusat di laut tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc., dalam laporan resminya menjelaskan hasil analisis menunjukkan gempa memiliki magnitudo 6,2 dengan kedalaman 35 kilometer. Episenter gempa berada pada koordinat 5,26 derajat Lintang Utara dan 125,18 derajat Bujur Timur, atau sekitar 198 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
BMKG menyatakan hasil pemodelan tsunami menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) BMKG, gempa dirasakan dengan intensitas IV MMI di Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pada skala tersebut, getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah, sebagian orang di luar ruangan, serta dapat menyebabkan gerabah pecah, pintu dan jendela berderik, hingga dinding berbunyi.
Sementara itu, gempa juga dirasakan dengan intensitas III MMI di Kecamatan Kendahe, Kabupaten Kepulauan Sangihe, serta di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud. Pada skala ini, getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk besar yang sedang melintas.
BMKG menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng. Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust).
Hingga pukul 23.10 WIB, hasil pemantauan BMKG mencatat satu kali gempa susulan (aftershock). BMKG terus memonitor perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut.
Masyarakat diimbau menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....