Pendapatan PDAM Kota Madiun Selama 5 Tahun Tak Penuhi Target, tapi Laba Bersih Naik

  • 14 Jul 2026 22:25 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun – Pendapatan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Taman Sari (PDAM) Kota Madiun selama lima tahun terakhir belum mampu memenuhi target. Meski begitu, perusahaan pelat merah tersebut tetap membukukan laba bersih yang melampaui target setiap tahun.

Fakta itu disampaikan Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Taman Sari Suyoto saat kegiatan Pembinaan Pegawai dan Purna Tugas Direksi periode 2021–2026 di Ruang Biru Perumda, Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa jabatan Suyoto bersama Direktur Administrasi dan Keuangan Heri Sulistiyono serta Direktur Teknik Tarmiyono.

Di hadapan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, Sekretaris Daerah Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto, dan Dewan Pengawas Perumda, Suyoto memaparkan capaian kinerja keuangan perusahaan.

"Sebelum kami menyampaikan permohonan diri, kami laporkan terlebih dahulu kinerja keuangan tahun 2021 sampai 2025, serta kondisi hingga Juni 2026. Kami juga memohon maaf karena pendapatan selama lima tahun ini belum mencapai target," ujarnya.

Dia menjelaskan, realisasi pendapatan pada 2021 mencapai Rp42 miliar atau 99,28 persen dari target Rp42,3 miliar. Pada 2022, pendapatan terealisasi Rp44 miliar atau 96,27 persen dari target Rp45,7 miliar. Setahun berikutnya (2023), pendapatan mencapai Rp45,4 miliar atau 98,6 persen dari target Rp46,3 miliar.

Kemudian pada 2024, pendapatan tercatat Rp46,1 miliar atau 95,17 persen dari target Rp48,5 miliar. Sedangkan pada 2025, realisasi pendapatan sebesar Rp48,8 miliar atau 95,99 persen dari target Rp50,8 miliar.

Menurut Suyoto, belum tercapainya target pendapatan dipengaruhi turunnya konsumsi rata-rata pelanggan sehingga volume penjualan air ikut menurun.

"Realisasi pendapatan menunjukkan tren yang fluktuatif dan cenderung turun selama lima tahun terakhir. Penurunan terjadi karena konsumsi rata-rata pelanggan menurun dan volume penjualan air ikut turun," katanya.

Di sisi lain, kinerja laba bersih justru terus menunjukkan hasil positif. Pada 2021, Perumda membukukan laba bersih Rp12,5 miliar atau 110,94 persen dari target Rp11,2 miliar. Tahun 2022 meningkat menjadi Rp13,2 miliar atau 108,91 persen dari target Rp12,1 miliar.

Laba bersih tahun 2023 tercatat Rp12,9 miliar atau 108,98 persen dari target Rp11,9 miliar. Kemudian pada 2024 mencapai Rp13,2 miliar atau 102,32 persen dari target Rp12,9 miliar. Sementara pada 2025 kembali meningkat menjadi Rp14,6 miliar atau 107,63 persen dari target Rp13,6 miliar.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun saat menyerahkan cendera mata kepada Direktur Perumda Air Minum Tirta Taman Sari Kota Madiun periode 2021-2026 Suyoto. (Foto: Aris D.K/RRI Madiun)

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan tidak tercapainya target pendapatan harus menjadi bahan evaluasi bagi direksi berikutnya. Menurut dia, akar persoalan harus dicari agar kinerja perusahaan dapat ditingkatkan.

"Ke depan ini akan menjadi pekerjaan rumah bersama dengan kepemimpinan direktur yang baru. Kemarin saya sampaikan cari dulu problemnya apa, dan apa yang harus ditekankan (diperbaiki)," ujarnya.

Bagus menilai penyusunan target perlu didasarkan pada analisis yang lebih akurat. Menurut dia, target yang terlalu tinggi maupun perubahan kondisi ekonomi dapat memengaruhi capaian perusahaan.

"Khususnya untuk ada hal (pendapatan) kurang, karena target terlalu tinggi, dan menurut saya analisa diawal (masih) kurang. Sementara kondisi perekonomian fluktuatif ini mempengaruhi capaian PDAM (Perumda)," ujar dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....