PKL Alun-Alun Tegar Beriman Akan Didata, Pemkab Bogor Siapkan Penataan
- 15 Jul 2026 05:37 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor akan mendata seluruh pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan Alun-alun Tegar Beriman sebagai bagian dari upaya penataan ruang publik. Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan.
Rencana tersebut disampaikan Bupati Bogor Rudy Susmanto saat bersilaturahmi dengan para PKL di Alun-alun Tegar Beriman pada Senin, 13 Juli 2026 malam. Dalam kegiatan itu, ia didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor serta sejumlah kepala perangkat daerah.
"Kami mengapresiasi Bapak dan Ibu yang telah memberikan kontribusi bagi Kabupaten Bogor. Harapan kami, Bogor dapat menjadi daerah yang semakin maju dan bersih tanpa mengurangi kesempatan masyarakat untuk tetap mencari rezeki," kata Rudy.
| Baca juga: HJB ke-544, Ini Kado untuk Warga Kota Bogor |
Rudy mengatakan, pendataan akan dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama Dinas Koperasi dan UMKM. Data tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun program pembinaan sekaligus memastikan para pedagang memperoleh informasi apabila terdapat program bantuan atau pemberdayaan.
Selain pendataan, Pemkab Bogor juga menetapkan jam operasional bagi PKL di kawasan Alun-alun Tegar Beriman, yakni mulai pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB. Ketentuan tersebut dapat disesuaikan apabila terdapat kegiatan tertentu yang menggunakan kawasan alun-alun.
"Pendataannya cukup sederhana, hanya mencakup nama, nomor telepon, dan jenis dagangan. Ke depan, data tersebut akan menjadi dasar untuk melibatkan para pedagang dalam berbagai program pemerintah," jelasnya.
Menurut Rudy, keberadaan PKL merupakan bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat yang perlu difasilitasi. Namun, ia menegaskan seluruh pedagang harus ikut menjaga kebersihan dengan membersihkan area berjualan sebelum meninggalkan lokasi.
Pemkab Bogor juga mendorong pembentukan paguyuban pedagang untuk mempermudah koordinasi, termasuk dalam menjaga ketertiban dan kebersihan kawasan. Di sisi lain, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah lokasi alternatif bagi PKL agar aktivitas perdagangan dapat berlangsung di tempat yang lebih tertata, salah satunya di sekitar Stadion Pakansari.
Dalam kesempatan itu, Rudy turut mengajak para pedagang mengenakan unsur budaya Sunda, seperti pangsi atau udeng, sebagai identitas daerah. Ia berharap Alun-alun Tegar Beriman dapat menjadi ruang publik yang nyaman sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi antara pemerintah dan para pedagang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....