Hadapi Kemarau di Daerah Rawan Kekeringan, Ini yang Harus Dilakukan

  • 14 Jul 2026 18:38 WIB
  •  Yogyakarta

YOGYAKARTA, RRI.co.id – Musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga September 2026. “Masyarakat, terutama di daerah rawan kekeringan, perlu mengambil langkah mitigasi yang cepat dan tepat,” ungkap Nanda dari Pusdalops BPBD DIY dalam wawancara di acara Jogja Siang Ini Pro 1 RRI Yogyakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

Beberapa langkah mitigasi yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menggunakan air secara hemat dan bijak Prioritaskan penggunaan air untuk kebutuhan utama, seperti minum, memasak, dan sanitasi.
  • Menampung air cadangan selagi masih tersedia Siapkan wadah penampungan air seperti tandon, ember besar, atau drum untuk menyimpan cadangan air bersih. Pastikan wadah tersebut tertutup rapat agar air tidak terkontaminasi.
  • Membatasi durasi mandi dan mencuci Kurangi kebiasaan mandi berlama-lama dan gunakan air secukupnya secara efisien.
  • Memeriksa kebocoran saluran air secara rutin Cek keran, pipa, dan kloset secara berkala untuk memastikan tidak ada kebocoran yang membuang air secara sia-sia.
  • Memanfaatkan air bekas (greywater) Gunakan kembali air bekas pakai yang masih layak untuk keperluan nonkonsumsi, misalnya air bekas cucian beras atau sayur untuk menyiram tanaman dan membersihkan lantai.

Nanda juga menambahkan, masyarakat dapat menghubungi nomor kedaruratan jika terjadi bencana atau situasi darurat:

  • Darurat medis: Call center 119
  • Kebakaran dan penyelamatan: Call center 113
  • Darurat bencana: Call center 0852-1286-3744

Masyarakat juga diimbau untuk memantau informasi terkini melalui akun media sosial resmi BPBD DIY di Twitter (X) @BPBDDIY, Facebook BPBD DIY, dan Instagram @bpbddiy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....