Mantan Bupati Iwan Setiwan Sebut Flyover jadi Solusi Atasi Kemacetan Puncak

  • 14 Jul 2026 12:28 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Mantan Bupati Bogor Iwan Setiawan mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor lebih serius membenahi sektor pariwisata sekaligus mengatasi persoalan kemacetan yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan di kawasan Puncak.

Menurutnya, pengembangan destinasi wisata tidak akan berjalan optimal tanpa diiringi dengan penataan infrastruktur yang memadai.

"Saya sering berdiskusi dan berbagi pengalaman saat di pemerintahan. Pengalaman ini bisa diterapkan di tingkat desa, khususnya di Leuwimalang maupun desa-desa lain di Kecamatan Cisarua karena memiliki potensi besar sebagai kawasan penyangga pariwisata Puncak. Meski Pendapatan Asli Desa (PAD) masih tergolong kecil," ujar Iwan Setiawan, Selasa 14 Juli 2026.

Iwan menilai, letak wilayah yang strategis dinilai menjadi modal penting untuk mengembangkan sektor jasa, usaha, dan pariwisata. Karena itu, ia mengajak kepala desa agar aktif membangun kolaborasi dengan seluruh pelaku usaha wisata.

"Mulai dari pengelola vila, pemilik kafe, hingga komunitas yang bergerak di bidang pariwisata, perlu dirangkul agar bersama-sama meningkatkan kualitas destinasi wisata di kawasan Puncak,"tambah Iwan Setiawan.

Berdasarkan inventarisasi yang pernah dilakukannya saat masih menjabat sebagai Bupati Bogor, terdapat sedikitnya empat titik yang kerap menjadi sumber kemacetan, yakni Pasir Muncang, Megamendung, Jalan Hankam, dan Pasar Cisarua.

Solusi jangka panjang yang dapat segera dilakukan adalah memperlebar sejumlah ruas jalan alternatif, mempercepat pembebasan lahan pada titik-titik sempit, serta menghilangkan praktik pungutan liar yang dinilai turut menghambat kelancaran arus kendaraan. Meskipun membutuhkan anggaran besar, kedua proyek tersebut dapat menjadi solusi permanen dalam mengurai kemacetan yang selama ini membebani kawasan wisata Puncak.

"Dulu saya punya gagasan membangun underpass menuju Batulayang. Kalau di Megamendung memungkinkan dibangun flyover. Memang biayanya besar, tetapi kawasan ini merupakan pusat pariwisata, jalan Raya Puncak merupakan jalan nasional, Pemerintah Kabupaten Bogor tidak dapat membiayai pembangunan tersebut hanya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)" ujarnya.

Ia berharap Bupati Bogor bersama anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kabupaten Bogor dapat memperjuangkan anggaran ratusan miliar rupiah untuk pembangunan infrastruktur tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....