Peternak Keluhkan Serapan Telur MBG, DPKH Riau Siap Tindaklanjuti

  • 14 Jul 2026 10:01 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Program penyediaan telur untuk kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Riau mendapat perhatian dari kalangan peternak ayam petelur. Sejumlah peternak mengeluhkan masih adanya kendala dalam penyerapan telur dari usaha lokal untuk memenuhi kebutuhan program tersebut.

Salah satu peternak ayam petelur, Alfi, menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya menawarkan pasokan telur kepada pelaksana MBG agar kebutuhan program dapat melibatkan peternak maupun pelaku UMKM di daerah.

Namun, menurut Alfi, proses kerja sama tersebut masih menemui kendala karena adanya berbagai alasan dari pihak yang bertanggung jawab dalam pengadaan telur.

"Kami sudah sampaikan kepada MBG bahwasanya telurnya itu harus mengambil dari UMKM sekitar. Tapi mereka banyak alasan dan terkesan bertele-tele, sehingga tidak mau mengambil dari kami," ujar Alfi pada Senin 13 Juli 2026.

Ia berharap pelaksanaan program MBG dapat lebih memperhatikan keberadaan peternak lokal. Menurutnya, keterlibatan usaha daerah tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Tim Perencanaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau, Yuhendra, mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG di Riau.

Yuhendra meminta agar setiap kendala terkait penyerapan telur dari peternak lokal dapat dilaporkan secara jelas, termasuk informasi mengenai lokasi atau unit MBG yang mengalami persoalan.

"Itu sudah kita komunikasikan dengan tim SPPG di Riau. Kalau ada laporan seperti itu bisa langsung kita laporkan, misalnya MBG yang mana, supaya nanti bisa kita tekankan," jelas Yuhendra.

Ia menambahkan, koordinasi juga akan diperkuat melalui organisasi Pinsar agar penyampaian aspirasi peternak dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan memiliki kekuatan dalam proses komunikasi dengan pihak terkait.

"Kalau melalui Pinsar ini nanti kita buat dalam grup Pinsar atas nama Pinsar. Mudah-mudahan lebih kuat nantinya," katanya.

DPKH Riau berharap pelaksanaan program MBG dapat berjalan dengan melibatkan seluruh pihak, termasuk peternak dan UMKM lokal, sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan dari sisi pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....