PLN Ampana Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik Tujuh Jam

  • 14 Jul 2026 14:08 WIB
  •  Ampana
Poin Utama
  • Pemadaman listrik berlangsung selama 7 jam sejak pukul 18.00 Wita hingga tengah malam tanpa pemberitahuan sebelumnya dari PLN pada Senin 13 Juli 2026.
  • Kabupaten Tojo Una-Una mengalami defisit pasokan daya sebesar 3 MW dengan kebutuhan listrik mencapai 14 MW sementara daya tersedia hanya 11 MW.
  • Gangguan pada PLTU Sabo dan berhentinya operasional PLTM Sansarino menyebabkan berkurangnya kemampuan penyediaan listrik, terutama pada saat beban puncak.

RRI.CO.ID, Ampana - Pemadaman listrik yang berlangsung selama sekitar tujuh jam di Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una, Senin 13 Juli 2026, menuai keluhan dari masyarakat. Gangguan yang terjadi sejak pukul 18.00 Wita hingga tengah malam itu berlangsung tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya dari pihak PLN.

Sejumlah warga mengaku terkejut dengan lamanya pemadaman, karena gangguan listrik yang biasa terjadi di wilayah tersebut umumnya hanya berlangsung sekitar tiga hingga empat jam. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat pada malam hari terganggu dan memunculkan berbagai pertanyaan terkait penyebab pemadaman.

Menanggapi hal tersebut, Manager PT PLN (Persero) ULP Ampana, Andika, menyampaikan pemadaman tersebut bukan merupakan kondisi yang lazim terjadi dalam operasional PLN. Menurutnya, sistem kelistrikan di wilayah Tojo Una-Una saat ini tengah menghadapi keterbatasan pasokan daya.

Kebutuhan listrik mencapai sekitar 14 MW, sementara daya yang tersedia hanya sekitar 11 MW. Selama ini, kata Andika, kekurangan pasokan tersebut dibantu melalui suplai listrik dari sistem Poso.

Selain mengalami defisit daya, PLN juga menghadapi kendala pada sektor pembangkitan. Gangguan yang terjadi di PLTU Sabo sebagai salah satu sumber utama pasokan listrik, ditambah berhentinya operasional PLTM Sansarino, menyebabkan kemampuan penyediaan listrik semakin berkurang.

Dijelaskan, pasokan dari PLTU Sabo saat ini hanya mampu menghasilkan sekitar 5 MW. Sementara, PLTM Sansarino tidak lagi beroperasi dan sembilan unit mesin pembangkit yang dikelola pihak ketiga belum mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, terutama saat beban puncak.

Andika menyatakan, terus melakukan berbagai upaya untuk menstabilkan sistem kelistrikan agar pelayanan kepada pelanggan dapat kembali normal. Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak akibat gangguan tersebut.

"Kami terus berupaya melakukan pembenahan pada sistem pembangkitan, agar pasokan listrik kembali stabil dan kejadian serupa dapat diminimalkan," ujar Andika.

PLN berharap, masyarakat dapat bersabar selama proses pemulihan berlangsung, sembari memastikan langkah-langkah perbaikan terus dilakukan. Hal ini guna meningkatkan keandalan pasokan listrik di Kabupaten Tojo Una-Una. (KL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....