Hadapi Keterbatasan, SDN Pandeglang 8 Mulai Tahun Ajaran Baru

  • 14 Jul 2026 06:17 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - SDN Pandeglang 8 memulai tahun ajaran baru 2026/2027 dengan semangat tinggi meski masih menghadapi tantangan serius terkait minimnya sarana prasarana sekolah. Sebanyak 19 siswa baru telah diterima pihak sekolah dan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari sejak Senin 13 Juli 2026.

Kepala SDN Pandeglang 8, Icih, mengungkapkan sekolah saat ini hanya memiliki lima ruang kelas belajar, sedangkan saat ini terdapat delapan rombongan belajar (rombel). Kondisi ini disebutnya memaksa pihak sekolah untuk melakukan dua seni jam pembelajaran dengan menempatkan beberapa rombel dalam satu ruangan guna menangani keterbatasan fasilitas yang ada.

"Ruang belajar kurang, lapangan bermain tidak ada, sehingga siswa sering mendapat perundungan dari teman sekolah lain. Kita berupaya melengkapi sarana prasarana melalui revitalisasi agar anak-anak tidak lagi merasa rendah diri," kata Icih, Senin 13 Juli 2026.

Icih menjelaskan ketiadaan lapangan sekolah dan fasilitas pendukung lainnya kerap membuat kegiatan sekolah seperti upacara, olahraga, dan arena bermain siswa dilakukan di jalan depan sekolab. Tapi menurutnya, saat ini pihak pemerintah daerah telah merealisasikan pengajuan pembelian lahan pada akhir Juni lalu sebagai langkah awal revitalisasi sarana yang sangat dibutuhkan para siswa.

Menanggapi kondisi tersebut, Komite Sekolah SDN Pandeglang 8, Ahmad, mengajak seluruh wali murid dan dewan guru untuk tetap menjaga kekompakan demi kemajuan pendidikan anak. Pihaknya menekankan pentingnya pembentukan karakter serta adab siswa sebagai prioritas utama di tengah keterbatasan fasilitas yang tersedia.

Ahmad juga mendesak pihak terkait agar memberikan perhatian lebih serta dorongan bantuan untuk pengembangan fasilitas fisik di sekolah ini. Penambahan ruang kelas, ruang guru, serta perpustakaan disebutnya menjadi kebutuhan mendesak guna meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar bagi ratusan siswa.

"Sarana prasarana masih sangat kurang, ruang kelas tidak cukup dan kami belum memiliki lapangan sekolah sendiri. Perlu dorongan dari pemerintah supaya sekolah ini memiliki ruangan yang layak demi kemajuan kualitas pendidikan," ujar Ahmad.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....