BKKBN Tingkatkan Peran Ayah,26 persen Anak di KalBar Mengalami Fatherless
- 13 Jul 2026 20:05 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Dalam upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas, pemerintah terus menguatkan berbagai program pembangunan keluarga yang melibatkan peran aktif kedua orang tua dalam pengasuhan anak. Salah satu fokus yang terus didorong adalah peningkatan keterlibatan ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak, sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang harmonis dan mendukung lahirnya generasi yang sehat serta berkualitas.
Perwakilan Kepala BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Nyigit Wudi Amini, saat menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Pendopo Bupati Sintang pekan lalu, menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dimiliki, sekitar 26 persen keluarga di Kalimantan Barat mengalami fenomena fatherless. Kondisi tersebut bukan berarti ayah tidak hadir dalam keluarga, melainkan ayah belum berperan aktif dalam pengasuhan dan pendidikan anak sehari-hari.
Nyigit menjelaskan, selama ini masih banyak anggapan bahwa tugas ayah hanya sebatas mencari nafkah, sedangkan seluruh tanggung jawab pengasuhan dibebankan kepada ibu. Padahal, keterlibatan ayah sejak dini memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan karakter, emosional, hingga prestasi anak di masa depan.
"Karena dari data, khususnya misalnya di Kalimantan Barat, 26 persen itu terjadi fenomena fatherless, di mana ayah hadir tetapi tidak terlibat dalam pengasuhan anak. Sering kali beban pengasuhan hanya diletakkan di pundak ibu, sementara ayah merasa cukup dengan mencari nafkah. Maka pemerintah mengajak para ayah untuk terlibat, salah satunya melalui program Gerakan Ayah Teladan Indonesia atau GATI," ujar Nyigit.
Sebagai tindak lanjut dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi, salah satunya dalam Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). Imbauan tersebut disambut baik di Kabupaten Sintang dengan banyak ayah yang mengantar putra-putrinya pada hari pertama masuk sekolah di awal tahun ajaran baru. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah sederhana namun bermakna untuk mempererat hubungan emosional antara ayah dan anak. (din)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....