Muntaber, Bayi di Desa Upang Dievakuasi Ambulans Apung ke RS Pelabuhan Boom Baru

  • 13 Jul 2026 23:32 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Banyuasin- Ambulans Apung Ditpolairud Polda Sumsel yang berada di Pangkalan Sandar Upang, Banyuasin mengantarkan bayi berusia 1,5 tahun bernama Rafatan yang ada di Desa Upang. Rafan mengalami dehidrasi muntah berak (muntaber) dan harus segera dirujuk ke RS di Palembang.

Misi kemanusiaan yang dilakukan Ditpolairud Sumsel itu pada Sabtu 12 Juli 2026, sekitar pukul 21.00 WIB. Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Heru Agung Nugroho melalui Komandan Kapal Pol V-1027 Upang Aiptu Ardianto mengatakan anggota pos menerima laporan dari bidan desa.

“Bahwa ada batita menderita Muntaber membutuhkan pertolongan transportasi Sungai untuk di rujuk. Begitu menerima informasi tersebut anggota jaga Pos Pangkalan Sandar Upang langsung mengerahkan ambulance Apung untuk menjemput ke rumahnya,"kata Aiptu Ardianto kepada wartawan Minggu (12/7/2026).

Menurut Ardianto, Rafatan mengalami muntaber, tubuhnya lemas dan tidak ada nafsu makan. Karena kondisinya tidak membaik, keluarga dan bidan desa meminta bantuan kami untuk merujuknya ke Palembang.

Perjalanan menuju Palembang ditempuh sekitar satu jam melalui jalur perairan Sungai Musi. Setibanya di Dermaga Boom Baru, pasien segera dibawa menuju RS Pelabuhan Boom Baru untuk mendapatkan perawatan intensif dari tenaga medis.

“Alhamdulillah evakuasi berjalan lancar. Saat ini Rafatan sudah berada di rumah sakit dan tengah ditangani oleh dokter. Kita semua berdoa semoga lekas pulih dan bisa kembali bermain ceria bersama teman temannya,” tambahnya.

Aiptu Ardianto juga menegaskan bahwa layanan ambulance apung Ditpolairud Polda Sumsel terbuka bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan transportasi darurat di wilayah perairan. “Bagi masyarakat Upang dan sekitarnya, jangan ragu menghubungi kami dalam keadaan darurat yang siap membantu 24 jam penuh tanpa biaya apapun,” pungkasnya.

Langkah cepat Polairud Polda Sumsel ini kembali menunjukkan kehadiran negara di tengah masyarakat, terutama di daerah perairan yang sulit dijangkau kendaraan darat, sekaligus menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....