Disdikpora Evaluasi Sistem Zonasi Penerimaan Siswa Baru

  • 12 Jul 2026 06:09 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang berkomitmen mengevaluasi sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran mendatang. Evaluasi ini dilakukan menyusul kendala teknis pada sistem pendaftaran serentak yang menyebabkan sejumlah calon siswa tidak tertampung di sekolah pilihan pertama mereka.

Kepala Disdikpora Pandeglang, Sutoto, mengakui pendaftaran serentak di berbagai sekolah favorit sering kali memicu penumpukan peminat pada satu titik. Situasi ini berdampak pada terbatasnya ruang gerak orang tua ketika anak mereka gagal seleksi karena pendaftaran di sekolah lain telah ditutup secara bersamaan.

"Tahun depan akan dibuat sistem grid, jadi yang peminatnya banyak didahulukan. Kalau tidak diterima di sekolah pertama, dia langsung dihubungkan ke pembukaan gelombang kedua di sekolah yang lokasinya tidak jauh dari domisili," ujar Sutoto, Sabtu 11 Juli 2026.

Disdikpora kini tengah merancang mekanisme seleksi bertahap atau sistem grid untuk menata alur pendaftaran agar lebih sistematis. Strategi ini diharapkan Sutoto mampu mengarahkan calon siswa ke sekolah alternatif yang masih memiliki kuota di wilayah domisili terdekat secara otomatis.

Pada SPMB yang telah berlangsung pada akhir Juni lalu Disdikpora mencatat berbagai dinamika yang menjadi perhatian penting bagi perbaikan tata kelola pendidikan. Pemerintah daerah menjamin seluruh langkah yang diambil bertujuan untuk memastikan anak-anak tetap berada di bangku sekolah pada tahun ajaran baru mendatang.

Adapun untuk langkah jangka pendek saat ini Disdikpora fokus pada pemenuhan kuota melalui skema daftar tunggu serta koordinasi penambahan ruang kelas ke kementerian terkait. Penambahan kapasitas belajar ini disebut Sutoto menjadi prioritas agar tidak ada calon siswa yang kehilangan hak akses pendidikan formal di wilayah Kabupaten Pandeglang.

"Saya sudah sampaikan kepada kepala sekolah untuk diterima saja dulu sebagai daftar tunggu. Sedang saya upayakan penambahan ruang kelas sambil berkomunikasi dengan pihak kementerian melalui BBMP," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....