Dewas PDAM Gwar Gwamar: Krisis Air di Dobo Butuh Dukungan Pemda dan Masyarakat

  • 11 Jul 2026 16:04 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Dobo - Dewan Pengawas PDAM Gwar Gwamar Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Stan Suarlembit, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat, khususnya di Kota Dobo.

Kepada RRI.co.id, Sabtu (11/7/2026), Stan menjelaskan bahwa penurunan debit air saat musim kemarau menjadi tantangan utama yang dihadapi PDAM dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Menurutnya, PDAM Gwar Gwamar memiliki sekitar 40 sumur, namun dua di antaranya telah rusak dan dua sumur lainnya telah mengalami intrusi air laut, sehingga kini hanya sekitar 36 sumur yang masih dapat dimanfaatkan.

"Setiap musim kemarau, debit air turun drastis. Ditambah lagi sebagian besar pompa yang digunakan sudah berusia puluhan tahun sehingga kemampuannya mengisap dan mendorong air sudah menurun," ujarnya.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, PDAM menerapkan sistem pembagian distribusi air melalui dua jalur pelayanan. Masing-masing jalur dialiri air secara bergantian setiap dua hari agar seluruh pelanggan tetap memperoleh layanan.

Suarlembit mengimbau masyarakat memanfaatkan jadwal distribusi tersebut dengan menampung air secukupnya saat aliran sedang berlangsung.

Stan menilai solusi jangka panjang yang perlu segera dilakukan adalah pengeboran sumur baru pada lokasi yang memiliki debit air lebih besar, sekaligus pengadaan pompa baru beserta cadangannya agar pelayanan tidak terganggu ketika terjadi kerusakan.

Selain persoalan teknis, PDAM juga menghadapi tingginya tunggakan pembayaran pelanggan. Nilai piutang PDAM saat ini diperkirakan mencapai sekitar Rp. 9 miliar yang berasal dari pelanggan rumah tangga maupun instansi pemerintah.

Menurutnya, apabila tunggakan tersebut dapat ditagihkan, dana tersebut akan sangat membantu perusahaan dalam memperbaiki fasilitas pelayanan, termasuk pengadaan pompa dan sarana pendukung lainnya.

"Air adalah kebutuhan primer masyarakat. Karena itu kami berharap pemerintah daerah dan DPRD ikut mendorong penyelesaian piutang PDAM agar pelayanan dapat terus ditingkatkan," kata Stan.

Stan mengakui kondisi keuangan PDAM saat ini masih sangat berat. Dari sekitar 6.600 pelanggan, tidak seluruhnya membayar rekening setiap bulan, sehingga pendapatan perusahaan tidak stabil.

Pendapatan PDAM diperkirakan berkisar Rp. 400 juta hingga Rp. 500 juta setiap bulan. Sementara itu, biaya operasional untuk listrik mencapai lebih dari Rp. 200 juta dan belanja gaji pegawai mendekati Rp. 200 juta setiap bulannya.

"Kondisi ini membuat ruang untuk melakukan perbaikan fasilitas menjadi sangat terbatas," jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kualitas air yang masih berwarna belum dapat diatasi dalam waktu dekat karena pembangunan instalasi pengolahan air membutuhkan anggaran miliaran rupiah.

"Yang terpenting saat ini adalah bagaimana air tetap bisa mengalir ke masyarakat. Untuk menjadikan air benar-benar jernih membutuhkan instalasi pengolahan yang nilainya sangat besar," ujarnya.

Sebagai langkah pembenahan, Dewan Pengawas bersama manajemen akan meningkatkan sosialisasi langsung kepada masyarakat melalui tingkat RT. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran pelanggan agar membayar rekening air tepat waktu serta segera melaporkan apabila ditemukan kebocoran jaringan pipa.

"Kami tidak lagi menunggu laporan, tetapi akan jemput bola ke masyarakat agar mengetahui langsung persoalan yang mereka hadapi sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya pembayaran rutin demi keberlangsungan pelayanan," kata Stan juga.

Stan menambahkan, arahan Bupati Kepulauan Aru untuk melakukan pengeboran sumur baru menjadi salah satu inovasi yang sedang dipersiapkan. Selain itu, PDAM juga akan mengembangkan penampungan air sebagai cadangan distribusi apabila dukungan anggaran tersedia.

Suarlembit berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dapat memberikan perhatian melalui dukungan anggaran, termasuk pada APBD Perubahan, mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus berpotensi menjadi sumber pendapatan daerah apabila pelayanan PDAM dapat ditingkatkan secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....