KAI Sampaikan Belasungkawa untuk Keluarga Terdampak Insiden di Nganjuk

  • 11 Jul 2026 05:22 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Duka yang menyelimuti keluarga korban insiden temperan KA Logawa di Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, turut dirasakan oleh keluarga besar PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun

RRI.CO.ID, Kediri - Duka yang menyelimuti keluarga korban insiden temperan KA Logawa di Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, turut dirasakan oleh keluarga besar PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun.

Sebagai bentuk empati dan kepedulian, pada Jumat, 10 Juli 2026, Vice President Daop 7 Madiun, Ali Afandi bersama Deputy, Alam Prasetyo dan jajaran manajemen hadir langsung di kediaman almarhum Tabah Nur Arriski untuk menyampaikan belasungkawa serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Kehadiran kami hari ini bukan sekadar menjalankan tugas perusahaan, tetapi sebagai sesama manusia yang turut merasakan duka yang dialami keluarga. Tidak ada kata yang mampu menghapus rasa kehilangan, namun kami berharap kehadiran kami dapat menjadi penguat bahwa keluarga tidak menghadapi musibah ini sendirian," ujar Manajer Humas Daop 7 Madiun, Tohari.

Selain menyampaikan belasungkawa secara langsung, KAI Daop 7 Madiun juga memberikan santunan sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga almarhum.

Selain itu, wujud perhatian KAI Daop 7 Madiun juga diberikan kepada korban yang selamat.

Pada kesempatan terpisah, Manajer Kesehatan Daop 7 Madiun mengunjungi Djamiran, pengguna jalan yang mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Nganjuk. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan korban sekaligus memberikan dukungan moril agar proses pemulihannya berjalan dengan baik.

"Doa kami menyertai almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan. Sementara bagi Bapak Djamiran, kami berharap segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga," kata Tohari.

Di sisi lain, KAI Daop 7 Madiun terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam penanganan lanjutan atas insiden tersebut.

"Proses investigasi masih berlangsung bersama pihak berwenang. Hasil investigasi nantinya akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan masyarakat," katanya.

Peristiwa ini, lanjut Tohari, menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepatuhan, kewaspadaan, dan kepedulian seluruh pengguna jalan.

Terpisah, Faradila, seorang penggemar transportasi kereta api di Madiun mengaku, bangga dengan aksi simpatik yang dilakukan oleh KAI Daop 7 Madiun terhadap keluarga terdapat insiden di Nganjuk.

"Saya berharap kejadian semacam itu tidak terjadi lagi di perlintasan kereta api," kata Faradila.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....