Disperindag Beltim Pastikan Stok Beras Aman
- 10 Jul 2026 18:40 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung Timur – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) memastikan stok beras di daerah tersebut masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 53 hari ke depan berdasarkan hasil pemantauan triwulan II 2026.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Belitung Timur, Wiwiek Lestari, mengatakan secara umum kondisi ketahanan pangan daerah mengalami perbaikan dibandingkan awal tahun. Sejumlah komoditas bahan pokok penting menunjukkan peningkatan ketersediaan stok.
"Untuk beras, minyak goreng, dan tepung terigu kondisinya aman. Yang perlu diwaspadai saat ini adalah ketersediaan telur ayam ras," kata Wiwiek.
Ia menjelaskan, pemantauan stok dilakukan setiap bulan di lima kecamatan yang memiliki agen atau distributor, yakni Manggar, Damar, Gantung, Simpang Renggiang, dan Kelapa Kampit. Sementara Kecamatan Simpang Pesak dan Dendang tidak memiliki agen maupun distributor sehingga pasokan diperoleh langsung dari distributor di Tanjung Pandan.
Disperindag Belitung Timur mencatat telur ayam ras menjadi komoditas yang paling perlu diwaspadai. Berdasarkan hasil pemantauan triwulan II 2026, cadangan telur ayam ras di Kecamatan Damar dan Simpang Renggiang hanya mampu memenuhi kebutuhan selama satu hari.
"Selain telur ayam ras, stok gula pasir terendah di Kecamatan Simpang Renggiang hingga tiga hari. Sedangkan, minyak goreng di Kecamatan Kelapa Kampit dan Damar pada kategori waspada dengan ketahanan stok masing-masing enam hari dan 11 hari," ujarnya.
Salah seorang warga Kecamatan Manggar, Sulastri, mengaku tidak mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan pokok meski beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Namun, ia berharap pemerintah terus melakukan pemantauan agar harga tetap terkendali, terutama untuk komoditas yang sering mengalami kenaikan.
"Kalau beras masih mudah didapat dan stoknya juga ada. Kami berharap pemerintah terus mengawasi pasokan dan harga, terutama telur, cabai, dan bawang supaya tidak memberatkan masyarakat," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....