Pemkab Diminta Selamatkan Nisan Kuno di Aceh Singkil

  • 10 Jul 2026 20:05 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Singkil - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) diminta untuk melakukan upaya penyelamatan sejumlah nisan kuno di bantaran aliran sungai Singkel Lae Cinendang dan Lae Soraya.

Desakan itu diungkapkan tim Fasilitasi Pemajuan Budaya (FPK) Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Aceh. Akla, Jum'at, 10 Juli 2026, seusai dirinya melakukan expedisi dan Inventarisir sejumlah nisan dan situs kuno Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) di Sepanjang Sungai Singkel.

" Kita berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan selaku Dinas terkait untuk segera melakukan upaya penyelamatan atau eskavasi nisan yang kondisinya memprihatinkan di seputar bantaran Sungai Singkel,"ujar Akla.

Sempat jatuh dan tertanam, Akla bersama tim fasilitasi pemajuan Kebudayaan (FPK) mencoba mendirikan kembali nisan kuno di seputar bantaran Sungai Singkel, foto : Akla/Dok untuk RRI

Sebab menurutnya, berdasarkan hasil inventarisir yang mereka lakukan terhadap sejumlah nisa kuno yang ada pada beberapa wilayah Kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil tersebut, keberadaan nisan kuno atau situs Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) ini sudah sangat terancam keselamatannya.

" Seperti nisan tertimbun sedimen tanah, nisan yang patah, nisan yang aus (memudar), sehingga perlu adanya pembuatan kompleks dan menyusun nisan-nisan seperti komplek makam,"tambahnya.

Kemudian Akla juga berharap, agar nisan-nisan kuno yang telah di inventarisir dapat dilakukan kajian ulang yang lebih mendalam atas narasi dan deskripsi nisan itu sendiri. Guna, untuk mengoreksi dan meluruskan historiografi sejarah tentang keberadaan nisan - nisa kuno ini.

Serta untuk merekontruksi jaringan sosial dan jalur perdagangan kuno tentang Singkel. Kemudian upaya untuk penguatan identitas dan ikatan masyarakat lokal demi optimalisasi pengembangan destinasi wisata sejarah dan budaya di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh.

Disamping itu, dengannya adanya temuan tim Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) melalui kegiatan ekspedisi dan Inventarisir sejumlah nisan dan situs kuno Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) di Sepanjang Sungai Singkel.

Akla juga berharap Pemerintah Kabupaten melalui Disdikbud, kedepan dapat menetapkan makam-makam tersebut menjadi cagar budaya berdasarkan kajian dan aturan atau undang - undang tentang Cagar budaya.

Hingga berita ini diturunkan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diadikbud) Kabupaten Aceh Singkil. Syam'un belum memberikan tanggapan terkait dengan permintaan upaya dan langkah apa yang dilakukan untuk penyelamatan terhadap temuan nisan kuno atau situs Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) di Sepanjang Sungai Singkel oleh tim Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh (BPKA).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....