Penjaringan Kontak Percepat Penemuan Kasus Kusta
- 10 Jul 2026 14:53 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID,Merauke : dr. Roike Dani Djou, PJ Program Kusta Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Provinsi Papua Selatan, menegaskan bahwa penjaringan kasus merupakan salah satu langkah penting dalam pengendalian penyakit kusta. Upaya tersebut dilakukan untuk menemukan sedini mungkin orang yang telah terinfeksi, meskipun belum menunjukkan gejala.
Menurutnya, petugas kesehatan akan melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengan penderita kusta. Pelacakan dilakukan karena kelompok tersebut memiliki risiko lebih tinggi tertular dibandingkan masyarakat umum.
"Penjaringan kasus dilakukan untuk mencari secepat mungkin dan sebanyak mungkin orang yang mungkin sudah terinfeksi kusta, tetapi belum menunjukkan tanda dan gejala."ujar dr.Boike saat dialog di RRI merauke.jumat 10 juli 2026.
Ia menjelaskan, pelacakan kontak tidak hanya dilakukan terhadap anggota keluarga, tetapi juga orang yang tinggal serumah, rekan kerja, maupun individu yang memiliki interaksi erat dengan penderita dalam waktu yang cukup lama.
Apabila ditemukan pasien positif kusta, petugas kesehatan akan mengidentifikasi dan memeriksa sedikitnya 20 orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien tersebut. Langkah tersebut bertujuan menemukan kasus baru lebih awal sehingga pengobatan dapat segera diberikan.
dr. Roike Dani Djou menambahkan bahwa proses penegakan diagnosis tetap dilakukan oleh tenaga kesehatan sesuai prosedur, termasuk melalui pemeriksaan klinis yang diperlukan untuk memastikan seseorang benar-benar menderita kusta.
Selain deteksi dini, ia menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh selama menjalani pengobatan. Menurutnya, kondisi fisik yang baik akan membantu proses pemulihan bersama dengan kepatuhan mengonsumsi obat sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Ia mengingatkan bahwa ketidakpatuhan mengonsumsi obat berisiko menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap pengobatan atau mengalami resistensi. Kondisi tersebut dapat membuat proses penyembuhan menjadi lebih sulit dan berlangsung lebih lama.
Selain dukungan medis, dr. Roike Dani Djou juga menilai dukungan psikologis dari keluarga, sahabat, maupun lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam meningkatkan semangat pasien untuk menyelesaikan pengobatan hingga tuntas. Dengan dukungan tersebut, pasien diharapkan dapat menjalani terapi secara disiplin sehingga peluang kesembuhan semakin tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....