Kusta Tidak Disebabkan Kurang Menjaga Kebersihan
- 10 Jul 2026 14:52 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID,Merauke: dr. Roike Dani Djou, PJ Program Kusta Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Provinsi Papua Selatan, menegaskan bahwa penyakit kusta bukan disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan tubuh. Penularan kusta lebih dipengaruhi oleh lamanya kontak erat dengan penderita yang telah terinfeksi.
Ia menjelaskan, masih banyak masyarakat yang menganggap kusta muncul akibat tubuh yang tidak bersih. Padahal, anggapan tersebut tidak tepat karena penyebab utama penyakit ini adalah infeksi bakteri Mycobacterium leprae yang menular melalui kontak erat dalam waktu lama.
Menurut dr. Roike Dani Djou, seseorang yang rutin menjaga kebersihan diri tetap memiliki risiko tertular apabila tinggal atau berinteraksi dalam waktu lama dengan penderita kusta yang belum terdiagnosis maupun yang belum menjalani pengobatan.
Ia menambahkan, masa inkubasi kusta yang dapat berlangsung hingga lima tahun atau lebih membuat banyak penderita tidak menyadari dirinya telah terinfeksi. Selama belum terdeteksi, penderita masih berpotensi menularkan penyakit kepada orang-orang yang memiliki kontak erat dengannya.
"Gejala kusta bisa baru muncul paling cepat sekitar lima tahun setelah seseorang terinfeksi. Selama belum diketahui dan belum diobati, ada kemungkinan penularan tetap terjadi kepada orang-orang yang sering berkontak dengan penderita."ujar dr.Roike saat dialog di RRI merauke.jumat 10 juli 2026.
Risiko penularan lebih besar terjadi di lingkungan yang mempertemukan seseorang dengan penderita dalam waktu lama, seperti anggota keluarga yang tinggal serumah maupun rekan kerja yang setiap hari berada dalam satu ruangan.
Sebaliknya, kontak singkat, seperti bertemu di jalan atau berpapasan, memiliki risiko penularan yang jauh lebih rendah dibandingkan kontak erat yang berlangsung terus-menerus selama bertahun-tahun.
dr. Roike Dani Djou mengimbau masyarakat agar tidak hanya mengandalkan munculnya gejala sebagai dasar untuk memeriksakan diri. Apabila terdapat anggota keluarga, kerabat, atau orang yang tinggal serumah sedang menjalani pengobatan kusta, maka seluruh kontak erat dianjurkan mengikuti pemeriksaan kesehatan.
Ia mengatakan, program nasional pengendalian kusta hingga di Papua Selatan terus melaksanakan penjaringan kasus atau pemeriksaan kontak. Langkah tersebut bertujuan menemukan kasus sedini mungkin sehingga pengobatan dapat segera diberikan dan rantai penularan penyakit dapat diputus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....