Hotspot di Riau Naik Jadi 22 Titik

  • 10 Jul 2026 10:51 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau kembali mengalami peningkatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 22 hotspot tersebar di lima kabupaten dan kota, meski potensi hujan masih terjadi di sejumlah wilayah, Jumat 10 Juli 2026.

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Anggun R. mengatakan, kondisi cuaca di Riau masih dinamis. Berdasarkan pantauan radar cuaca, sejak pagi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang telah terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.

"Berdasarkan pengamatan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sepanjang hari," kata Anggun.

Ia menjelaskan, pada siang hingga sore hujan diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Selanjutnya pada malam hari hujan ringan berpotensi terjadi di Rokan Hulu, Kuantan Singingi, Kampar, Pelalawan, dan Rokan Hilir, sedangkan dini hari diprakirakan meluas ke Rokan Hilir, Bengkalis, Dumai, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, dan Indragiri Hulu.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada sore hingga dini hari di sebagian wilayah Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir. Suhu udara di Riau diprakirakan berkisar 23 hingga 34 derajat Celcius, dengan kelembapan udara 55 hingga 100 persen serta angin bertiup dari arah tenggara hingga barat berkecepatan 10–40 kilometer per jam.

Di sisi lain, hasil pemantauan BMKG hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan terdapat 297 hotspot di Pulau Sumatera. Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menyumbang 22 titik panas yang tersebar di Kabupaten Rokan Hilir sembilan titik, Kota Dumai tujuh titik, Kabupaten Siak tiga titik, Kabupaten Kuantan Singingi dua titik, dan Kabupaten Pelalawan satu titik.

"Di Provinsi Riau terpantau 22 titik panas yang tersebar di lima kabupaten dan kota. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan agar dapat segera ditangani," ujar Anggun.

Untuk wilayah perairan, BMKG memperkirakan tinggi gelombang laut berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah, sehingga relatif aman bagi aktivitas pelayaran. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan seiring bertambahnya jumlah hotspot di Provinsi Riau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....