Kemenag Kota Yogyakarta Sosialisasikan Wakaf Uang dan Lantik Perwakilan BWI

  • 10 Jul 2026 10:50 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta menggelar Sosialisasi Wakaf Uang sekaligus melantik Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Yogyakarta Periode 2026–2029 di Aula 1 Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Kamis, 9 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman mengenai wakaf uang sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.

Kegiatan dihadiri Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Yogyakarta, kepala madrasah, serta jajaran pejabat di lingkungan Kemenag Kota Yogyakarta.

Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Mustafid, mengatakan wakaf memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, wakaf uang perlu terus disosialisasikan karena memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan dan dapat memberikan manfaat jangka panjang apabila dikelola secara profesional.

"Wakaf uang memiliki potensi besar dalam mendukung berbagai program kemaslahatan umat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi semua pihak agar pengelolaannya semakin optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Ahmad.

Dalam kesempatan yang sama, BWI melantik Pengurus Perwakilan BWI Kota Yogyakarta Periode 2026–2029. Prosesi pelantikan dipimpin Ketua Divisi Pembinaan dan Pengawasan Nazhir BWI, Dede Haris Soemarno, yang melantik Dr. H. Muhammad Yazid Afandi sebagai Ketua Perwakilan BWI Kota Yogyakarta beserta jajaran pengurus lainnya.

Ketua Divisi Pembinaan dan Pengawasan Nazhir Badan Wakaf Indonesia (BWI), Dede Haris Soemarno, melantik Pengurus Perwakilan BWI Kota Yogyakarta Periode 2026–2029 di Aula Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Kamis (9/7/2026). (Foto: Kemenag Kota Yogyakarta)

Dede Haris Soemarno menilai penguatan kelembagaan BWI di tingkat daerah menjadi langkah penting untuk meningkatkan tata kelola wakaf. Ia berharap kolaborasi antara BWI, pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dapat mengoptimalkan potensi wakaf bagi kesejahteraan umat.

"Penguatan kelembagaan BWI di daerah menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola wakaf. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar potensi wakaf dapat berkembang secara optimal," kata Dede Haris Soemarno.

Pelantikan pengurus baru diharapkan semakin memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap nazhir, sekaligus mendorong pengelolaan wakaf yang profesional, transparan, dan sesuai prinsip syariah serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Melalui sosialisasi wakaf uang dan pelantikan pengurus BWI tersebut, Kemenag Kota Yogyakarta bersama BWI berkomitmen memperkuat gerakan wakaf produktif yang mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Kegiatan berlangsung khidmat dan menjadi momentum mempererat sinergi dalam mengembangkan pengelolaan wakaf di Kota Yogyakarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....