Gejala Kusta Sering Tidak Disadari
- 10 Jul 2026 14:51 WIB
- Merauke
RRI.Co.ID,Merauke : dr. Roike Dani Djou, PJ Program Kusta Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Provinsi Papua Selatan, mengatakan pengobatan kusta pada dasarnya memiliki durasi yang hampir sama, baik untuk tipe Pausibasiler (PB) maupun Multibasiler (MB). Keberhasilan pengobatan lebih ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam menjalani terapi sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Menurutnya, pasien kusta akan menjalani pengobatan dalam jangka waktu sekitar 6 hingga 12 bulan untuk tipe PB dan hingga 12–18 bulan untuk tipe MB, tergantung klasifikasi penyakit dan kepatuhan menjalani terapi. Seluruh pasien memiliki peluang sembuh apabila menyelesaikan pengobatan secara tuntas.
"Sebenarnya sama saja. Pasien kusta akan diberikan pengobatan sesuai prosedur dan yang paling penting adalah kepatuhan menjalani pengobatan. Bukan berarti satu jenis sembuh lebih cepat, sedangkan yang lain lebih lama."ujar dr.Roike saat hadir sebagai narasumber di RRI merauke .jumat , 10 juli 2026
dr. Roike Dani Djou menjelaskan, dari sisi gejala, tipe PB maupun MB tidak memiliki perbedaan yang mencolok. Penentuan jenis kusta dilakukan melalui pemeriksaan medis, bukan hanya berdasarkan keluhan yang dirasakan pasien.
Ia mengatakan gejala awal yang paling sering ditemukan adalah munculnya bercak pada kulit yang disertai mati rasa. Kondisi tersebut perlu segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan agar dapat dipastikan apakah merupakan kusta atau penyakit kulit lainnya.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa keterlambatan pengobatan dapat menyebabkan gangguan pada saraf hingga kecacatan permanen. Salah satu tanda yang sering dijumpai adalah jari tangan yang mulai membengkok atau sulit diluruskan akibat kerusakan saraf.
| Baca juga: Mujizat Dalam Bersyukur |
"Kalau sudah terlambat diobati, bisa muncul kecacatan. Misalnya jari tangan yang seharusnya lurus menjadi membengkok seperti mencengkeram akibat gangguan saraf."
dr. Roike Dani Djou juga mengingatkan bahwa masa inkubasi kusta berlangsung cukup lama. Secara teori, gejala penyakit dapat baru muncul sekitar lima hingga tujuh tahun setelah seseorang terinfeksi bakteri penyebab kusta.
Kondisi tersebut membuat banyak penderita tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang merasa sehat sehingga menolak pemeriksaan karena belum merasakan keluhan, padahal bakteri penyebab kusta sudah berada di dalam tubuh selama bertahun-tahun.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan pada kulit, terutama jika muncul bercak yang mati rasa. Pemeriksaan sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah kecacatan, mempercepat penanganan, dan memutus rantai penularan kusta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....