Smart CornShield Berdayakan Karang Taruna Mohungo Cegah Malaria
- 10 Jul 2026 07:47 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Kabupaten Gorontalo – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghadirkan inovasi Smart CornShield, berupa briket biokoil berbahan limbah jagung yang diperkaya minyak atsiri sereh untuk memberdayakan Karang Taruna di Desa Mohungo, Kabupaten Gorontalo.
Program pengabdian kepada masyarakat tersebut memperoleh pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan dilaksanakan pada 26 Juni 2026 di Aula Kantor Desa Mohungo. Peserta yang terdiri atas pemerintah desa, Karang Taruna, kader masyarakat, dan tim pelaksana mengikuti penyampaian materi, diskusi, hingga praktik pembuatan Smart CornShield di rumah salah satu anggota Karang Taruna.
Program ini diketuai oleh Tri Septian Maksum, S.KM., M.Kes., bersama Wiwit Zuriati Uno, S.Farm., M.Si., dan dr. Dian Pratiwi Iman, M.Kes. Tim mengembangkan inovasi dengan memanfaatkan limbah tongkol dan kulit jagung menjadi briket biokoil yang diperkaya minyak atsiri sereh.
Produk tersebut dirancang sebagai alternatif ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memanfaatkan aroma alami sereh yang berpotensi membantu mengurangi keberadaan nyamuk di lingkungan masyarakat.
Smart CornShield lahir dari potensi lokal Desa Mohungo yang melimpah akan limbah jagung dan tanaman sereh. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, limbah pertanian yang sebelumnya dibuang atau dibakar diolah menjadi produk bernilai tambah yang berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat.

Ketua Tim Pengabdian, Tri Septian Maksum, mengatakan Smart CornShield tidak hanya menghasilkan produk inovatif, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
"Melalui program ini kami ingin menunjukkan bahwa limbah pertanian memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikelola dengan baik. Smart CornShield bukan sekadar produk briket, tetapi merupakan model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek kesehatan, lingkungan, kewirausahaan, dan inovasi teknologi. Harapannya, Karang Taruna Desa Mohungo dapat menjadi motor penggerak lahirnya usaha kreatif berbasis potensi lokal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Selama pelatihan, peserta dibekali teknik pengolahan limbah jagung, proses karbonisasi, pencampuran bahan, pencetakan briket, formulasi minyak atsiri sereh, teknik pengeringan, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran dan pengembangan usaha. Peserta juga mengikuti praktik secara langsung agar memahami seluruh tahapan produksi.
Kepala Desa Mohungo mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi desa sebagai kawasan pertanian jagung.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada tim pengabdian dari Universitas Negeri Gorontalo yang telah memilih Desa Mohungo sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Smart CornShield merupakan inovasi yang sangat relevan dengan kondisi desa kami. Kami berharap program ini tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi berkembang menjadi produk unggulan desa yang diproduksi secara berkelanjutan oleh Karang Taruna sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka peluang kerja bagi generasi muda, dan mendukung pelestarian lingkungan," katanya.
Perwakilan Karang Taruna Desa Mohungo juga menyambut positif pelatihan tersebut. Menurutnya, limbah jagung yang selama ini dianggap sebagai sampah pertanian ternyata dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
"Kami sangat bersyukur dapat mengikuti pelatihan ini. Kami berharap pendampingan dari tim pengabdian terus berlanjut hingga kami mampu memproduksi dan memasarkan Smart CornShield secara mandiri sebagai produk khas Desa Mohungo," ujarnya.
Melalui kolaborasi antara Universitas Negeri Gorontalo, pemerintah desa, dan Karang Taruna, Smart CornShield diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi yang dapat diterapkan di berbagai daerah sentra jagung di Indonesia. Selain mendukung pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan, program ini juga diharapkan mampu memperkuat perekonomian masyarakat serta meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....