Jadi Danlanal Nias, Letkol Laut (P) Tomosa Uskarlind Larosa Siap Jalankan Amanah
- 09 Jul 2026 04:50 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan – Letkol Laut (P) Tomosa Uskarlind Larosa, M.Tr.Opsla., kini menjabat sebagai Danlanal Nias menggantikan Kolonel Laut (P) Lexy Effraim Dumais, S.E., M.Tr.Opsla., yang berpindah tugas ke Jakarta. Lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-49 tahun 2003 itu menyatakan komitmennya untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta membangun sinergi bersama seluruh elemen masyarakat di Kepulauan Nias.
Sebelum dipercaya memimpin Lanal Nias, Letkol Tomosa memiliki pengalaman panjang dalam berbagai penugasan di lingkungan TNI Angkatan Laut, terutama sebagai prajurit kapal perang. Penugasan terakhirnya adalah di KRI Bung Karno-369, kapal kepresidenan TNI AL yang menjadi bagian penting dalam operasi dan kegiatan kenegaraan.
Menariknya, selang beberapa bulan sebelum resmi bertugas di Nias, KRI Bung Karno-369 sempat bersandar di Pelabuhan Kota Gunungsitoli dan Teluk Dalam, Nias Selatan pada akhir Februari 2026. Saat itu, menurut Letkol Tomosa, dirinya tidak pernah membayangkan bahwa persinggahan tersebut akan menjadi awal perjalanan pengabdiannya sebagai Danlanal Nias.
"Kami tidak pernah merencanakan, tidak pernah berharap, apalagi meminta penugasan ini. Namun ternyata Tuhan memberikan amanah untuk memimpin LANAL Nias dan kami sangat bersyukur atas kepercayaan tersebut," ungkapnya dalam momen pisah sambut Danlanal Nias yang berlangsung di Pendopo Bupati Nias Selatan, Selasa, 7 Juli 2026.

Letkol Tomosa menuturkan, ia adalah orang Nias asli. Sang Ayah berasal dari Desa Humene, Kota Gunungsitoli, sedangkan Ibunya bermarga Buaya yang berasal dari Sogaeadu. Meski demikian, kedua orang tuanya telah lama merantau hingga akhirnya menetap di Semarang, Jawa Tengah, tempat Letkol Tomosa lahir dan dibesarkan bersama dua saudaranya.
Ikatan dengan Nias juga semakin kuat melalui keluarga istrinya, Sri Madala Asni Zebua. Ayah mertuanya berasal dari Desa Tumori Salo'o, Kota Gunungsitoli sedangkan ibu mertuanya bermarga Laoli dari Desa Mado Laoli, Gunungsitoli. Dengan latar belakang tersebut, pasangan ini mengaku tetap mempertahankan identitas budaya Nias meskipun tumbuh di tanah perantauan.
"Kami lahir dan besar di luar Nias, tetapi kami memahami dan bisa berbahasa Nias. Mungkin logat kami masih bercampur logat Jawa, tetapi kami tetap bangga dengan identitas sebagai orang Nias," ujarnya.
Di balik perjalanan karier militernya, Letkol Tomosa mengaku memiliki kerinduan sederhana, yakni dapat tinggal bersama keluarga. Selama bertahun-tahun bertugas di kapal perang, waktu berkumpul bersama istri dan putrinya sangat terbatas karena tuntutan operasi di laut.
Putrinya, Natatia Larosa, yang kini berusia 13 tahun dan akan duduk di kelas 2 SMP, rencananya akan ikut pindah ke Nias. Keluarga telah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memproses perpindahan dari SMP Domenico Savio Semarang ke SMP Bintang Laut di Nias Selatan agar keluarga dapat kembali tinggal dalam satu rumah.

"Selama 13 tahun usia anak kami, kesempatan berkumpul bersama dalam satu rumah dengan saya hanya sekitar satu tahun satu bulan ketika saya bertugas di Lanal Semarang. Penugasan di Nias menjadi kesempatan yang sangat kami syukuri untuk kembali berkumpul bersama keluarga," ujarnya.
Dalam menjalankan tugas sebagai Danlanal Nias, Letkol Tomosa menegaskan bahwa dirinya ingin membuka ruang komunikasi yang luas dengan seluruh pemangku kepentingan di Kepulauan Nias. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas tidak dapat dicapai sendiri, melainkan membutuhkan dukungan, koordinasi dan kolaborasi dari seluruh unsur Pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta masyarakat luas.
Ia berharap kehadiran Lanal Nias dapat semakin memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan wilayah perairan sekaligus mendukung pembangunan daerah. Untuk itu, ia memohon doa, dukungan, dan kerja sama seluruh masyarakat agar amanah yang diembannya dapat dijalankan dengan baik demi kemajuan Kepulauan Nias.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....