Chamamah Soeratno Wafat, Cendekia Muslimah Aisyiyah yang Pernah Berpidato di PBB
- 08 Jul 2026 17:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Prof Dr Hj Chamamah Soeratno yang merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah periode 2000-2005 dan 2005-2010. Chamamah berpulang pada Selasa, 7 Juli 2026 pukul 20.13 WIB.
Bagi Muhammadiyah dan juga organisasi wanita Islam, Aisyiyah, sosok Chamamah Soeratno, merupakan cendekiawan yang luar biasa. Meski tercatat sebagai Guru Besar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Chamamah dikenal luas sebagai akademisi di dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya di Yogyakarta yaitu Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dulu bernama IKIP Yogyakarta, dan juga di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang dulu populer dengan nama IAIN Sunan Kalijaga.
Chamamah Soeratno memiliki elan vital yang luar biasa dengan pengabdiannya kepada dunia pendidikan. Prof Dr H Haedar Nashir mengatakan, persyarikatan kehilangan sosok cendekiawan sekaligus tokoh 'Aisyiyah yang memiliki dedikasi, keluasan pemikiran, dan semangat pengabdian yang luar biasa.
"Kita kehilangan tokoh 'Aisyiyah dan Muhammadiyah yang cendekia serta memiliki spirit tinggi dalam perjuangan Persyarikatan. Beliau selain Guru Besar senior di UGM, juga dikenal sebagai tokoh perempuan yang memiliki keluasan pemikiran dan radius interaksi hingga tingkat global. Beliau bahkan pernah menyampaikan pidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mewakili 'Aisyiyah," ujar Haedar pada Selasa, 7 Juli kemarin.
Almarhumah Prof Chamamah dikebumikan dengan khidmat pada hari ini, Rabu, 8 Juli siang. Ribuan pelayat mendatangi rumah duka di Kompleks Perumahan Dosen UGM, Bulaksumur G-10.
Haedar sendiri mengenang almarhumah sebagai pribadi yang ramah dalam pergaulan, tetapi tetap teguh dalam memegang prinsip. Dalam berbagai forum diskusi, Prof Chamamah dikenal terbuka terhadap perbedaan pandangan dan selalu menghormati siapa pun yang berdialog dengannya.
"Kami mengenal beliau sebagai figur yang ramah, tetapi tegas dalam pendirian dan pandangan. Diskusi dengan beliau selalu berlangsung penuh semangat, namun tetap sangat menghargai perbedaan pendapat. Kepada generasi muda pun Prof Chamamah selalu menunjukkan rasa hormat dan tidak segan menerima pandangan maupun masukan," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah.
Lebih lanjut, Haedar menilai pengabdian Chamamah bagi kemajuan 'Aisyiyah merupakan teladan yang patut diwarisi oleh generasi penerus. Menurutnya, kepemimpinan almarhumah dibangun di atas fondasi keilmuan, keluasan jejaring, dan semangat berkhidmat yang tidak pernah surut.
"Pengkhidmatannya penuh untuk memajukan 'Aisyiyah. Bagi para pimpinan 'Aisyiyah generasi setelah beliau, penting untuk belajar tentang kegigihan, spirit berkhidmat, keluasan pergaulan, serta yang terpenting terus memperluas ilmu dan pemikiran. Itulah kekuatan yang sangat berharga bagi seorang pemimpin penggerak Persyarikatan," ucap Haedar.
Haedar turut mendoakan agar Allah menerima seluruh amal ibadah almarhumah, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
"Semoga almarhumah Prof. Chamamah Soeratno husnul khatimah, dilapangkan kuburnya, diterima seluruh amal ibadahnya, diampuni segala kesalahannya, dan dianugerahi tempat di surga dalam rida Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kesabaran, serta jejak kebaikan dan perjuangan almarhumah dapat dilanjutkan oleh keluarga dan generasi muda yang mencintai ilmu serta pengkhidmatan dakwah di jalan Allah," ujarnya, menandaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....