Polda Sumsel Pastikan Pria di Area Helipad Tak Terafiliasi Terorisme

  • 08 Jul 2026 08:02 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Polda Sumatera Selatan mengamankan seorang pria berinisial DRH yang memasuki area terbatas helipad Mapolda Sumsel sebagai langkah pengamanan objek vital kepolisian.
  • Hasil pemeriksaan awal memastikan DRH tidak memiliki keterkaitan dengan jaringan terorisme maupun kelompok radikal, serta dinyatakan negatif penyalahgunaan narkotika berdasarkan tes urine
  • Polda Sumsel memastikan proses penanganan dilakukan secara profesional dan transparan, sekaligus mengimbau masyarakat tidak berspekulasi serta menunggu informasi resmi dari kepolisian.

RRI.CO.ID, Palembang - Polda Sumatera Selatan memberikan penjelasan resmi terkait pengamanan seorang pria berinisial DRH (24) yang memasuki area terbatas helipad Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Senin 6 Juli 2026 malam. Tindakan cepat personel piket dilakukan sebagai bagian dari prosedur pengamanan objek vital kepolisian guna memastikan keamanan markas serta mencegah potensi gangguan terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.15 WIB, saat DRH memasuki area terbatas di lingkungan Mapolda Sumsel dengan membawa sejumlah barang pribadi. Barang yang dibawa di antaranya jubah berwarna putih, bendera berwarna hijau bertuliskan kalimat tauhid yang dipasang pada tongkat bambu, tas punggung, dan tas selempang. Personel piket yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan pengamanan sekitar pukul 20.18 WIB sesuai standar operasional prosedur (SOP) pengamanan objek vital.

Setelah diamankan, personel Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel melakukan pemeriksaan terhadap identitas yang bersangkutan serta mendalami barang-barang yang dibawa. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat ancaman maupun potensi gangguan terhadap keamanan lingkungan Mapolda Sumsel dan masyarakat sekitar.

Dari hasil penyelidikan awal, kepolisian memastikan DRH tidak memiliki keterkaitan maupun afiliasi dengan jaringan terorisme atau kelompok radikal. Selain itu, hasil pemeriksaan kesehatan melalui tes urine juga menunjukkan yang bersangkutan negatif dari penyalahgunaan narkotika.

Petugas turut mengamankan sejumlah barang bawaan DRH untuk kepentingan pemeriksaan, yakni satu unit telepon genggam, tas punggung, tas selempang, jubah putih, bendera hijau bertuliskan kalimat tauhid beserta tongkat bambu, sepasang sepatu, kacamata, alat tulis, serta satu botol plastik berisi minuman beralkohol.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan langkah pengamanan yang dilakukan personel merupakan bagian dari prosedur standar dalam menjaga keamanan markas kepolisian. Ia memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional, proporsional, dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, yang bersangkutan tidak terafiliasi dengan jaringan terorisme maupun kelompok radikal. Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman melalui pemeriksaan psikologis dan kesehatan jiwa untuk memperoleh gambaran objektif mengenai motif tindakannya. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi serta menunggu informasi resmi dari Polda Sumatera Selatan,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Polda Sumatera Selatan mengapresiasi kesiapsiagaan personel yang bertugas sehingga situasi dapat ditangani dengan cepat, aman, dan terkendali tanpa mengganggu pelayanan kepolisian maupun aktivitas masyarakat. Kepolisian juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta tetap mengacu pada sumber resmi guna menjaga situasi kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan tetap aman dan kondusif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....