Petani Gorontalo Dorong Penguatan Pompanisasi Hadapi Ancaman Kekeringan
- 07 Jul 2026 21:05 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Petani Gorontalo, Wasito Sumawiyono, menilai penguatan sistem pompanisasi menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman musim kemarau yang semakin panjang.
Menurut Wasito, selama ini pemerintah telah cukup banyak menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pertanian, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa pompa air. Namun, kapasitas yang tersedia dinilai masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan petani saat musim kemarau berlangsung.
Ia menjelaskan, sebagian besar jaringan irigasi di Gorontalo memiliki keterbatasan dalam menghadapi musim kering. Ketika kemarau berlangsung lebih dari satu bulan, debit air di bendungan maupun sungai mulai menurun sehingga pasokan air ke lahan pertanian ikut terganggu.
"Kalau musim kemarau berlangsung cukup lama, rata-rata debit air bendungan menurun, bahkan beberapa sungai mengering sehingga tidak lagi mampu menyuplai air ke lahan pertanian," ujar Wasito, Senin 6 Juli 2026.
Menurutnya, kondisi geografis Gorontalo berbeda dengan daerah lain yang memiliki sungai besar dan panjang seperti di Sumatera maupun Kalimantan. Sungai-sungai di Gorontalo relatif pendek sehingga ketersediaan air sangat bergantung pada curah hujan.
Karena itu, ia menilai pemanfaatan teknologi pompanisasi perlu terus diperkuat, baik melalui pompa berbahan bakar mesin maupun pompa berbasis energi surya yang dinilai lebih efisien.
Selain mengoptimalkan air dari bendungan, sistem pompanisasi juga dapat memanfaatkan sumber air dari sumur dalam untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian.
Meski demikian, Wasito mengakui jumlah pompa yang tersedia saat ini masih belum memadai. Akibatnya, ketika kemarau panjang terjadi, masih banyak petani yang belum dapat mengakses fasilitas tersebut sehingga berisiko mengalami gagal panen.
"Kalau fasilitas pompa belum mencukupi, pasti ada petani yang tidak mendapatkan air, terutama ketika tanamannya belum memasuki masa panen. Ini tentu meningkatkan risiko gagal panen," katanya.
Ia berharap penguatan program pompanisasi terus menjadi perhatian pemerintah sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan di Gorontalo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....