Kenaikan Harga Pertamax Dorong Pengendara Beralih Pilih Pertalite di Palembang
- 11 Jul 2026 08:07 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Kenaikan harga BBM nonsubsidi mendorong pengendara di Palembang untuk beralih dari Pertamax ke Pertalite karena lebih ekonomis.
- Petugas SPBU Jalan Jaksa Agung R. Suprapto melaporkan peningkatan penggunaan Pertalite khususnya dari pengendara sepeda motor selama masa libur sekolah.
- Antrean panjang hingga 30-40 menit di SPBU mengganggu aktivitas pengendara, meskipun beberapa menghargai kecepatan dan fasilitas pelayanan.
RRI.CO.ID, Palembang - Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi membuat sebagian pengendara di Kota Palembang mulai beralih dari Pertamax ke Pertalite. Di SPBU Jalan Jaksa Agung R. Suprapto, Pertalite masih menjadi jenis BBM yang paling banyak dipilih karena dinilai lebih ekonomis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Aktivitas pengisian BBM di SPBU tersebut pada Minggu 5 Juli 2026 berlangsung normal. Meski antrean belum terlalu padat pada siang hari, jumlah kendaraan biasanya meningkat mulai pukul 16.00 WIB hingga menjelang Maghrib, dengan mayoritas pengendara memilih Pertalite dan Solar.
Petugas pengisian BBM, Puput (22) mengatakan sebagian besar pelanggan, terutama pengendara sepeda motor, menggunakan Pertalite. Menurutnya, jumlah kendaraan juga meningkat selama masa libur sekolah sehingga aktivitas pengisian menjadi lebih ramai dibanding hari biasa.
"Yang paling banyak isi di sini biasanya motor dengan BBM jenis Pertalite. Apalagi sekarang masih masa libur sekolah, jadi pengendaranya juga lebih banyak dari biasanya," ujar Puput.
Ia menjelaskan jumlah kendaraan yang datang setiap hari tidak menentu. Saat kondisi ramai, seluruh petugas saling berbagi tugas agar proses pengisian tetap lancar dan antrean pelanggan tidak berlangsung terlalu lama.
Selain melayani pembayaran tunai, SPBU tersebut juga menyediakan transaksi melalui aplikasi MyPertamina sehingga pelanggan memiliki pilihan pembayaran yang lebih praktis.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Desna (20) warga Bukit mengaku sebelumnya lebih sering menggunakan Pertamax karena antreannya lebih singkat. Namun setelah harga Pertamax naik, ia memilih beralih ke Pertalite untuk menghemat pengeluaran bahan bakar.
"Dulu saya sering isi Pertamax karena antreannya biasanya lebih sedikit. Tapi sekarang karena harganya naik, saya lebih sering pilih Pertalite supaya lebih hemat. Walaupun antre cukup panjang, pegawainya cepat dan cekatan jadi nggak terlalu lama nunggu," kata Desna.
Sementara itu, Andre (32), pengguna mobil dari Sekojo, mengaku kesal jika harus mengantre BBM di SPBU dalam waktu lama. Menurutnya, antrean yang bisa mencapai 30 hingga 40 menit sangat mengganggu aktivitas sehari-harinya.
"Waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja justru habis di antrean SPBU, belum lagi kadang antrean yang panjang dan juga kadang macet saat akan ke SPBU, sehingga mobilitas dan aktifitas ikut terganggu," tutur Andre.
Dengan harga yang lebih ekonomis dibandingkan BBM nonsubsidi, Pertalite dan Solar masih menjadi pilihan utama masyarakat di SPBU Jalan Jaksa Agung R. Suprapto. Pelayanan yang cepat, fasilitas yang lengkap serta lokasi SPBU yang strategis turut menjadi faktor yang membuat pengendara tetap memilih melakukan pengisian bahan bakar di lokasi tersebut.
Lapora: Wulan Permata Sari Mahasiswa magang Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....