Dinas Kesehatan Kaur Terus Gencar Lakukan Eliminasi Kusta
- 03 Jul 2026 16:57 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bintuhan - Kementerian Kesehatan Republik indonesia terus berupaya melakukan pencegahan dan pengendalian terhadap penyakit tropis terabaikan. Upaya ini dilakukan untuk mengejar target eliminasi penyakit tropis terabaikan di Indonesia.
Badan Kesehatan Dunia menyebut ada 20 penyakit yang termasuk sebagai penyakit tropis terabaikan. Penyakit tersebut disebabkan oleh berbagai patogen, termasuk virus, bakteri, protozoa, dan cacing parasit.
Di Indonesia ada sejumlah penyakit tropis terabaikan yang diprioritaskan. Antara lain filariasis, cacingan, schistosomiasis, kusta, dan frambusia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur Sipta Miaripmelalui Kabid P2P Sapuan Ilyas mnegatakan untuk Kabupaten Kaur saat ini tengah fokus melakukan eliminasi penyakit kustas. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan dalam 3 tahun terakhir ini belum ditemukan adanya kasus penyakit kusta di Kabupaten Kaur.
"Ya memang kita untuk Kabupaten Kaur sedang gencarkan eliminasi penyakit kusta ya. Kalau berdasarakan data kita, dalam 3 tahun terakhir belum ada warga kita yang mengidap penyakit kusta," ujar Sapuan Ilyas Kepada RRI Jumat 3 Juli 2026.
Kusta adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan. Kusta, juga dikenal sebagai lepra atau penyakit Hansen, dapat menimbulkan gejala berupa mati rasa, lesi kulit, serta gangguan pada otot dan indra peraba.
Meski belum ditemukan adanya kasus penyakit kusta di Kabupaten Kaur. Masyarakat diimbau untuk tetap wasapada, karena sampai saat ini belum tersedia vaksin untuk mencegah kusta.
Pencegahan terbaik adalah dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat. Hal ini guna mengurangi risiko terjadinya komplikasi dan penularan kusta.
"Memang belum ada kasus penyakit kusta yang terjadi di Kabupaten Kaur ya. Tapi kami minta kepada masyarakat untuk selalu waspada dengan melakukan deteksi dini," ucapnya.
Upaya lain yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit kusta yakni :
1. Menghindari kontak dengan hewan pembawa bakteri kusta, misalnya armadillo.
2. Memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya di daerah endemik agar tidak ragu memeriksakan diri jika ada gejala.
3. Mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap penderita kusta.
Berikut ini adalah beberapa gejala yang bisa ditemui pada penderita kusta:
1.Kulit menjadi mati rasa dan kehilangan sensitivitas terhadap suhu, sentuhan, tekanan, atau nyeri
2. Kulit menjadi kaku, kering, dan kehilangan kemampuan berkeringat (anhidrosis)
Luka di telapak kaki tanpa rasa nyeri
3.Benjolan atau pembengkakan di wajah dan telinga
4. Bercak kulit yang tampak lebih pucat daripada kulit di sekitarnya
5 Pembesaran saraf, biasanya di siku atau lutut
6. Otot melemah, terutama pada tangan dan kaki.
5. Hilangnya alis dan bulu mata secara permanen.
6.Mata kering dan jarang berkedip.
7.Mimisan, hidung tersumbat, atau kehilangan tulang hidung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....