Kritik Akademisi Bermental ABS, Cak Imin Minta UNS Kawal Kebijakan Negara
- 03 Jul 2026 18:49 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, melontarkan kritik tajam terhadap akademisi dan profesor yang kehilangan daya kritis saat terjun ke dalam birokrasi pemerintahan.
Kritik tersebut disampaikan langsung di hadapan sivitas akademika Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam Seminar Nasional, Kamis, 2 Juli 2026.
Cak Imin, sapaan akrabnya, menilai banyak pakar yang awalnya sangat idealis saat berada di mimbar akademik, namun mendadak berubah menjadi birokrat bermental Asal Bapak Senang (ABS).
Fenomena ini dianggap membahayakan arah kebijakan pemerintah, khususnya dalam aspek politik anggaran dan ketahanan pangan.
"Profesor di kampus taat ilmu, taat teori, taat ilmu pengetahuan, tapi jadi lupa. Tidak berani ngomong qulil haqqa walau kana murran atau katakanlah kebenaran walaupun itu pahit. Tidak berani ngomong, 'Ah jangan gini, Pak. Kalau gini maka kegagalan akan terjadi'," ujar Cak Imin.
Menurutnya, kebiasaan menyajikan laporan manis kepada pimpinan demi mengamankan jabatan adalah kesalahan fatal dalam birokrasi.
Ia menekankan bahwa pemerintahan yang sehat justru sangat membutuhkan kejujuran berbasis data dan teori pengetahuan yang matang dari para pakar.
"Profesor di kampus begitu sudah jadi birokrat ABS, Asal Bapak Senang, enggak bisa. Harus omongkan apa adanya. Dan pimpinan-pimpinan sebenarnya lebih senang kalau diomongkan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin meminta UNS untuk menjadi benteng pertahanan intelektual yang tak segan menegur pemerintah jika terjadi kesalahan arah teknokrasi.
Ia menekankan perlunya pertanggungjawaban ilmu pengetahuan agar politik anggaran dan pangan tidak melenceng dari aturan yang berlaku. Cak Imin pun mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam mengawal kebijakan pemerintah.
Ia berharap implementasi kebijakan di lapangan dapat selalu taat pada asas teori pengetahuan dan kultur intelektual yang telah dibangun di lingkungan kampus. (Dania)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....