ASBENINDO Kukuhkan Pengurus, Perkuat Industri Perbenihan Nasional
- 02 Jul 2026 10:29 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Sektor hulu pertanian Indonesia memasuki babak baru dalam memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan. Menghadapi tantangan perubahan iklim global, dinamika regulasi, serta sistem logistik nasional, Asosiasi Perbenihan Indonesia (ASBENINDO) resmi mengukuhkan Dewan Pengurus periode masa bakti 2026–2031 sekaligus menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026.
Mengusung tema "Sinergi Benih, Daulat Negeri", kegiatan ini menjadi momentum penguatan ASBENINDO sebagai wadah yang memperkuat ekosistem perbenihan nasional guna mendukung kemandirian pangan.
Melalui Kongres yang telah dilaksanakan pada 20 April 2026, ASBENINDO kini dipimpin Ayub Darmanto sebagai Ketua Umum dan Dadang Syamsul Munir sebagai Sekretaris Jenderal. Kepengurusan baru tersebut mengemban misi memperkuat peran organisasi sebagai jembatan strategis antara kebijakan pemerintah, riset akademis, aktivitas industri, hingga pemenuhan kebutuhan petani di lapangan.
"Kedaulatan pangan tidak dapat dilepaskan dari kedaulatan benih. ASBENINDO Periode 2026–2031 berkomitmen penuh memperkuat kolaborasi multipihak agar Indonesia memiliki sistem perbenihan yang mandiri dan berdaya saing tinggi," kata Ketua Umum ASBENINDO, Ayub Darmanto.
Menurut Ayub, langkah akselerasi tersebut didukung struktur organisasi yang melibatkan pelaku industri perbenihan nasional maupun multinasional, praktisi, akademisi, hingga pakar dari berbagai daerah di Indonesia. Dukungan juga datang dari Wakil Menteri Pertanian, Kepala BRIN, anggota DPR RI, dan akademisi yang tergabung dalam Dewan Pembina.
Sebagai langkah taktis di sektor hulu pertanian, ASBENINDO merumuskan empat pilar program kerja utama.
Pilar pertama, Komunikasi dan Kolaborasi Strategis dengan Pemerintah, berfokus pada advokasi penyesuaian harga ketetapan benih pemerintah secara proporsional, perluasan skema Sertifikasi Benih Mandiri bersama BPSB untuk memangkas birokrasi logistik, serta sinkronisasi data kebutuhan benih nasional guna mencegah kelangkaan menjelang musim tanam.
Pilar kedua, Fokus Utama pada Anggota, mencakup perlindungan usaha dan peningkatan kapasitas pelaku industri melalui pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) ASBENINDO, percepatan sistem sertifikasi mandiri, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) varietas, penyediaan platform digital data industri, serta penyelenggaraan Festival Benih Indonesia (FBI).
Pilar ketiga, Konektivitas Global dan Kemitraan Terintegrasi, diarahkan pada pengembangan kerja sama riset internasional, adopsi teknologi pascapanen, percepatan alih teknologi kepada petani melalui podcast dan e-bulletin, serta pembangunan lahan percontohan (demfarm) di tingkat desa untuk mempraktikkan budidaya varietas unggul.
Pilar keempat, Strategi Pendanaan Mandiri, ditujukan untuk menjamin keberlanjutan program organisasi melalui optimalisasi iuran anggota, komersialisasi ekosistem platform digital, penyediaan jasa pendidikan dan pelatihan profesi maupun mediasi bisnis, serta pengembangan skema kemitraan komersial.
Prosesi pengukuhan turut ditandai dengan simbolisasi Bejana Sinergi Benih sebagai komitmen bersama dalam menjaga benih bermutu sebagai fondasi pembangunan pertanian Indonesia.
ASBENINDO menilai modernisasi pertanian nasional ditentukan oleh kuatnya sinergi dalam menyelesaikan persoalan mendasar petani, mulai dari ketersediaan varietas unggul, edukasi budidaya, harga yang wajar, hingga kepastian pasar. Melalui implementasi empat pilar program kerja tersebut, organisasi berharap kebijakan pemerintah dapat diimplementasikan oleh industri menjadi benih berkualitas yang siap ditanam secara luas guna mendukung kemandirian pangan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....