Tim Bengkulu Berhasil Membawa Pulang Medali Emas Pesparawi Nasional

  • 01 Jul 2026 10:10 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kontingen Provinsi Bengkulu sukses mengukir prestasi gemilang dengan memboyong medali emas pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026. Keberhasilan yang membanggakan ini sekaligus menandai ditutupnya rangkaian kompetisi tersebut oleh Menteri Agama RI di Manokwari, Papua Barat.

Merujuk laman Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, kontingen Bengkulu berhasil meraih dua medali emas pada kategori Vocal Solo Anak remaja yakni Yasua Pardamean dan Patricia Novitajesika Sinagaserta satu medali emas pada kategori Vocal Group. Tidak hanya itu, tim Bengkulu juga menambah raihan prestasi dengan membawa pulang medali perak pada kategori Vocal Solo Putra, Vocal Solo Putri, dan Musik Pop Gerejawi.

Pelaksana Tugas (Plt.) Pembimas Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Mastiur Purba, S.Ag., didampingi ketua Kontingen Ir. M. Sihite, Ketua LPPD Edon Siregar mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., langsung menyampaikan apresiasi tinggi atas perjuangan seluruh tim. Ucapan selamat ini mengalir sebagai bentuk penghargaan karena para peserta dinilai telah berhasil mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

"Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan kekompakan seluruh kontingen. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan seni musik gerejawi sekaligus menginspirasi generasi muda Kristen di Bengkulu untuk terus berprestasi," ujarnya didampingi Pelatih Gutmen Togatorop.,SE

Keberhasilan Kontingen Bengkulu membawa pulang medali emas dan tiga medali perak menjadi bukti bahwa pembinaan seni musik gerejawi di daerah terus berkembang. Prestasi tersebut diharapkan menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas dan mengharumkan nama Bengkulu pada ajang nasional di masa mendatang.

Di sisi lain, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang secara resmi menutup rangkaian Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat, Minggu, 28 Juni 2026 lalu, mengingatkan kembali esensi utama dari penyelenggaraan acara akbar tiga tahunan tersebut. Ia mengatakan Pesparawi bukan sekadar ajang kompetisi paduan suara, melainkan ruang perjumpaan yang memperkuat persaudaraan, merawat kerukunan, serta mengokohkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam kata sambutannya, Menag mengapresiasi peran aktif seluruh provinsi dari Sabang sampai Merauke yang melebur menjadi satu dalam bingkai persaudaraan melalui event tersebut. Dalam beberapa hari terakhir, mata dan hati bangsa Indonesia dikatakannya tertuju ke Papua Barat.

Menurut Menag, Pesparawi mengajarkan bahwa harmoni tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kemampuan berbagai perbedaan untuk berjalan bersama, saling menghormati, saling menopang, dan saling melengkapi demi mencapai tujuan bersama. Di tengah berbagai tantangan global dan nasional, Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang perjumpaan seperti Pesparawi untuk mempererat persaudaraan, membangun semangat gotong royong, dan memperkuat komitmen menjaga kebinekaan.

"Kita menyaksikan kemajemukan suku, bahasa, budaya, dan latar belakang sosial dari Sabang sampai Merauke melebur menjadi satu bingkai persaudaraan sejati. Melalui alunan pujian, kita tidak hanya menikmati keindahan harmoni vokal, tetapi juga menyaksikan indahnya kehidupan rukun dalam keberagaman yang menjadi fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Menag.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Menag juga mengapresiasi tema "Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan". Hal ini dinilai sebagai implementasi nyata salah satu program prioritas Kementerian Agama, yakni penguatan ekoteologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....