DPRD dan Dewan Pendidikan Desak Solusi Krisis Daya Tampung SMA di Mandau
- 01 Jul 2026 00:15 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis– Keterbatasan daya tampung SMA negeri di Kecamatan Mandau kembali menjadi sorotan pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Banyak calon peserta didik tidak tertampung di SMAN 2 Mandau dan SMAN 8 Mandau, sehingga DPRD Kabupaten Bengkalis bersama Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkalis mendesak Pemerintah Provinsi Riau segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis, Irmi Syakip Arsalan, mengatakan pihaknya menerima banyak aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan SPMB yang kembali menyisakan persoalan di Mandau. Menurutnya, keterbatasan daya tampung SMA negeri bukan masalah baru, melainkan terjadi hampir setiap tahun.
"Persoalan ini sudah berulang-ulang setiap tahun. Kami meminta Dinas Pendidikan Provinsi menyiapkan solusi, baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang," kata Irmi kepada RRI, Selasa 30 Juni 2026.
Irmi menjelaskan, salah satu solusi yang dapat dilakukan dalam waktu dekat adalah memanfaatkan aset milik pemerintah yang memungkinkan digunakan sebagai ruang belajar sementara. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi alternatif sambil menunggu penambahan ruang kelas maupun pembangunan sekolah baru oleh Pemerintah Provinsi Riau.
Selain itu, DPRD juga mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Riau menggelar rapat bersama pemerintah kecamatan dan para pemangku kepentingan untuk membahas langkah penyelesaian persoalan daya tampung SMA di Mandau. Ia menilai upaya tersebut penting agar solusi yang dihasilkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menjawab kebutuhan pendidikan dalam jangka panjang.
Senada dengan itu, Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Rismayeni, menilai persoalan SPMB di Mandau dipicu oleh keterbatasan jumlah SMA negeri dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk dan jumlah lulusan SMP setiap tahun.
Menurutnya, jalur domisili SMAN 2 Mandau saat ini mencakup empat kelurahan, yakni Gajah Sakti, Duri Barat, Balik Alam, dan Batang Serosa. Kondisi tersebut membuat daya tampung sekolah cepat terpenuhi, sehingga banyak calon peserta didik belum memperoleh kesempatan diterima melalui jalur domisili.
"Idealnya satu kelurahan itu satu sekolah SMA. Kemarin melalui Ibu Bupati Bengkalis sudah diusulkan pembangunan SMA baru di Kelurahan Air Jamban. Tanahnya juga sudah disiapkan, mudah-mudahan cepat terealisasi sehingga kita tidak kesulitan lagi menampung siswa baru pada tahun-tahun yang akan datang," ujarnya.
Rismayeni berharap Pemerintah Provinsi Riau segera merealisasikan penambahan kapasitas SMA negeri di Mandau, baik melalui pembangunan sekolah baru maupun penambahan ruang kelas. Dengan meningkatnya daya tampung, diharapkan seluruh lulusan SMP memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan di sekolah negeri, sekaligus mengakhiri persoalan SPMB yang terus berulang setiap tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....