FKUB Kota Surakarta Gelar Ngopi Kebangsaan untuk Indonesia Harmoni
- 30 Jun 2026 21:23 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surakarta menggelar kegiatan dialog interaktif bertajuk "Ngopi Kebangsaan" di Taman Cerdas Soekarno-Hatta, Jebres. Acara ini diselenggarakan pada Kamis, 25 Juni 2026 mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antar-elemen masyarakat di Surakarta.
Dengan mengusung tema "Merajut Persatuan, Merawat Kebangsaan untuk Indonesia Harmoni", diskusi ini menghadirkan tokoh penting daerah. Ketua FKUB Kota Surakarta, KH. M. Mashuri, SE, M.Si, hadir langsung sebagai salah satu narasumber utama. Beliau menekankan pentingnya menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
Selain pihak FKUB, Komandan Kodim 0735/Surakarta Letkol. Inf. Arief Handoko Usman, S.H. juga turut menjadi pembicara dalam acara tersebut. Memaparkan materi strategis mengenai sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan. Sinergitas ini dinilai krusial untuk menangkal segala potensi perpecahan di tingkat akar rumput.
Acara dialog santai namun edukatif ini dipandu oleh Jody Julian Putra Caesar selaku Wakil Ketua 1 Gema FKUB yang bertindak sebagai moderator. Jalannya pembukaan dan susunan acara juga berlangsung tertib di bawah arahan MC Mei Rina Ariyani. Kolaborasi generasi muda dalam kepanitiaan ini menunjukkan estafet kepemimpinan yang aktif menjaga kerukunan.
Kegiatan "Ngopi Kebangsaan" ini mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai pihak dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda serta komunitas pemuda. Dita Indah Sari selaku anggota Gema FKUB Kota Surakarta serta panitia kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa melalui slogan "Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Hebat", seluruh peserta diajak untuk berkomitmen menjaga kedamaian kota. Pertemuan ini diharapkan melahirkan rekomendasi positif bagi penguatan toleransi beragama.
Dalam sesi diskusi, masyarakat yang hadir diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan pertanyaan langsung kepada para narasumber. Interaksi yang hangat ini mencerminkan keterbukaan komunikasi antara pimpinan daerah dan warga. Seluruh aspirasi dicatat dengan baik untuk menjadi bahan evaluasi kebijakan kerukunan ke depan.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan lintas agama demi kedamaian dan keharmonisan Indonesia. Kebersamaan yang terlihat dalam momentum ini membuktikan bahwa Surakarta tetap menjadi kota yang inklusif bagi semua golongan. Pihak panitia juga mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan sebagai laporan resmi. (Rifqi Nadhif)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....