Ratusan Poktan Kabupaten Kediri Dapat Bantuan 200 Ton Benih Jagung
- 30 Jun 2026 19:49 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Sebanyak 683 kelompok tani (Poktan) yang tersebar di 26 kecamatan di Kabupaten Kediri menerima bantuan 200 ton benih jagung dari Pemerintah Kabupaten Kediri, pada Selasa, 30 Juni 2026, di lahan pertanian Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Bantuan senilai sekitar Rp19 miliar itu disalurkan untuk mendukung budidaya jagung di lahan seluas 13.300 hektare sekaligus mengurangi beban biaya produksi petani. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, dukungan pemerintah kepada petani tidak berhenti pada pemberian benih. Menurutnya, Pemkab Kediri juga telah menyiapkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai langkah lanjutan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
"Bantuan ini bukan yang terakhir. Setelah benih, kami juga akan menyalurkan alsintan. Nanti jumlahnya akan kami sampaikan," ujar Mas Dhito usai menyerahkan bantuan benih jagung secara simbolis.
Selain memastikan ketersediaan sarana produksi, Pemkab Kediri juga berupaya menjaga stabilitas pendapatan petani melalui kepastian harga jual setelah panen. Mas Dhito menyebut hasil panen jagung petani akan diserap Bulog dengan harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah.
"Yang sering menjadi persoalan setelah panen adalah harga yang berubah-ubah. Untuk jagung, Bulog siap menyerap hasil petani dengan harga Rp5.500 per kilogram," katanya.

Data Pemerintah Kabupaten Kediri menunjukkan luas tanam jagung di wilayah tersebut mencapai sekitar 56 ribu hektare dengan total produksi sekitar 392 ribu ton. Rata-rata produktivitasnya mencapai tujuh ton per hektare, bahkan di sejumlah wilayah mampu melampaui angka tersebut.
Salah seorang petani asal Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, Ahmad Rudianto, mengungkapkan hasil panen di lahannya dapat mencapai sembilan ton per hektare. Menurutnya, tingginya produktivitas itu dipengaruhi oleh pengolahan lahan yang optimal serta dominannya penggunaan pupuk organik karena sebagian besar petani di daerahnya juga memelihara ternak.
"Kami lebih banyak memanfaatkan pupuk organik. Selain bertani, masyarakat di desa kami juga beternak sehingga bahan bakunya cukup tersedia," ucap Ahmad.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....