Jayapura Percepat Pelestarian Cerita Rakyat Port Numbay
- 30 Jun 2026 18:11 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Pemerintah Kota Jayapura terus memperkuat upaya pelestarian bahasa dan budaya masyarakat adat Port Numbay melalui penyusunan Buku Cerita Rakyat Port Numbay Jilid III Tahun 2026. Program yang digagas melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura ini menjadi langkah strategis untuk mendokumentasikan kekayaan sastra lisan yang selama ini diwariskan secara turun-temurun dan kini menghadapi ancaman berkurangnya jumlah penutur.
Asisten I Sekretariat Daerah Kota Jayapura, Evert Nicolas Meraudje, menegaskan bahwa cerita rakyat memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat.
“Cerita rakyat bukan sekadar kisah turun-temurun, tetapi merupakan warisan budaya yang mengandung nilai-nilai luhur, kearifan lokal, identitas budaya, serta sejarah perjalanan masyarakat Port Numbay sejak zaman dahulu,” ujarnya.
Menurutnya, penyusunan buku menjadi bentuk nyata pengabdian pemerintah dalam mengubah tradisi lisan menjadi dokumentasi tertulis yang dapat terus dijaga dan diwariskan.
“Melalui buku ini kita membangun jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Ini menjadi bukti bahwa Kota Jayapura memiliki kekayaan budaya yang patut dijaga dan dibanggakan,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya di 10 kampung adat, untuk tetap menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari agar generasi muda tidak kehilangan kedekatan dengan bahasa leluhur.
Selain itu, tim penyusun didorong menghadirkan pendekatan yang lebih relevan dengan generasi saat ini melalui keterlibatan anak muda sebagai ilustrator, penerjemah, hingga pengisi audio.
“Penyusunan buku ini harus mampu menghadirkan nilai, konteks, dan pesan moral melalui tulisan, gambar, maupun suara, karena masa depan budaya ada di tangan kita semua,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Grace Linda Yoku, mengungkapkan kondisi bahasa Port Numbay di sepuluh kampung adat saat ini semakin memprihatinkan karena jumlah penuturnya terus menurun.
Menurut Grace, dokumentasi melalui penulisan cerita rakyat menjadi salah satu langkah penting agar bahasa daerah tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Kami ingin cerita-cerita rakyat yang hidup di seluruh kampung adat dapat terdokumentasi dengan baik sehingga tetap dikenal dan diwariskan dari generasi ke generasi,” katanya.
Pada tahun ini, penyusunan buku menargetkan 30 cerita rakyat baru dan 10 puisi yang ditulis dalam dua bahasa, yakni Bahasa Port Numbay dan Bahasa Indonesia.
Pemerintah Kota Jayapura berharap hasil dokumentasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelajar, pendidik, peneliti, serta masyarakat luas sebagai sumber pembelajaran sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya Port Numbay.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....