Angka Kasus Narkoba di DIY Tinggi, BNNP Soroti Penyalahgunaan Obat Tertentu

  • 30 Jun 2026 16:51 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengungkapkan bahwa DIY masih berada di peringkat kelima daerah dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar yang dihuni ribuan mahasiswa dari berbagai daerah.

Kepala BNNP DIY, Faried Zulkarnain, mengatakan tingginya angka penyalahgunaan narkoba di DIY tidak hanya berasal dari narkotika ilegal. Menurutnya, kasus yang cukup dominan justru berasal dari penyalahgunaan obat-obatan tertentu yang sebenarnya dapat diperoleh secara legal melalui resep dokter.

"Kita prihatin karena Yogyakarta ini masuk peringkat kelima penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Walaupun memang kontribusi terbesar adalah penyalahgunaan obat-obat tertentu, yaitu obat-obat yang memang dijual bebas di apotek dengan resep dokter dengan harga yang murah. Nah, ini yang banyak disalahgunakan," ujarnya dalam kegiatan BNN Goes to Campus berkolaborasi dengan RRI Yogyakarta di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), Jumat, 26 Juni 2026.

Faried menilai kondisi tersebut perlu segera diantisipasi karena DIY memiliki karakteristik sebagai kota pendidikan, budaya, sekaligus destinasi wisata. Mobilitas penduduk yang tinggi dinilai berpotensi membuka peluang peredaran narkoba apabila tidak diimbangi dengan langkah pencegahan yang masif.

Ia menjelaskan kelompok usia remaja hingga dewasa muda menjadi kelompok yang paling rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan data yang dimiliki BNNP DIY, prevalensi pengguna pada rentang usia 14 hingga 25 tahun mencapai lebih dari dua persen.

Karena itu, BNNP DIY terus memperkuat edukasi melalui berbagai program, salah satunya BNN Goes to Campus dan Gerakan Ananda Bersinar atau Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak, Bersih Narkoba. Program tersebut bertujuan membangun kesadaran generasi muda sejak dini agar mampu melindungi diri dari pengaruh narkoba.

"Kenapa anak? karena anak adalah ujung bentengnya. Kalau kita sudah lakukan pembinaan dengan baik dari awal tumbuh besarnya nanti sudah mempunyai kesadaran yang kuat," katanya.

Faried mengajak generasi muda untuk berani menolak segala bentuk ajakan menggunakan narkoba. Menurutnya, keberanian mengatakan tidak menjadi langkah awal dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....