Keuntungan Menipis, Pedagang Daging Sapi Pasar Bintan Center Berharap Subsidi

  • 30 Jun 2026 15:16 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Harga daging sapi di Pasar Bintan Center KM.9 Tanjungpinang masih bertahan di angka Rp160 ribu per kilogram. Meski harga relatif stabil, pedagang mengaku penjualan mengalami penurunan sejak usai Hari Raya Iduladha, Selasa, 30 Juni 2026.

Pedagang Kios Daging Segar Kastha, Andika, mengatakan turunnya angka pembelian dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya masyarakat yang masih memiliki stok daging setelah Iduladha serta meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama masa libur sekolah.

”Sekarang anak-anak sedang libur sekolah sehingga pengeluaran keluarga lebih banyak untuk kebutuhan liburan dan persiapan masuk sekolah,” ujar Andika.

Meski permintaan menurun, Andika memastikan pasokan daging sapi di Tanjungpinang tetap aman. Menurutnya, stok sapi selalu dipenuhi secara berkala setiap dua minggu sekali sehingga tidak ada kekhawatiran akan kelangkaan komoditas tersebut.

”Kami rutin memasukkan sapi setiap dua minggu sekali, jadi kondisi pasokan masih terkendali dan tidak ada kelangkaan,” ucapnya.

Andika menyebutkan, margin keuntungan pedagang semakin menipis. Selain penjualan yang menurun, harga sapi dari daerah pemasok seperti Lampung dan Pulau Jawa mulai mengalami kenaikan.

”Kami berharap pemerintah bisa memberikan subsidi seperti sebelumnya, kalau ada subsidi, pedagang dan masyarakat sama-sama terbantu,” tuturnya.

Andika menambahkan, kenaikan biaya distribusi yang dipengaruhi harga BBM juga berpotensi mendorong kenaikan harga daging sapi di masa mendatang. Namun, hingga kini pihaknya masih berupaya mempertahankan harga jual agar tidak membebani konsumen.

”Kalau secara jujur, ditambah harga modal naik, pengurangan dari tingkat penjualan sebetulnya semakin tipis,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....