Otsus Harus Lebih Banyak Menjawab Pendidikan dan Ekonomi Lokal

  • 30 Jun 2026 09:01 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke -Tokoh Pendidikan Merauke Papua Selatan, Paskalis Tethol, menilai dana Otonomi Khusus atau Otsus Papua perlu lebih banyak diarahkan untuk menjawab persoalan dasar masyarakat kampung, terutama pendidikan anak dan penguatan ekonomi lokal.

Hal itu disampaikan Paskalis dalam kegiatan Forum Riset Advokasi dan Penguatan Aktor Lokal dalam Perlindungan Warga Sipil yang diselenggarakan Yayasan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Careinn Hotel Merauke, Senin, 29 Juni 2026.

Menurut Paskalis, pembangunan Papua tidak cukup hanya dilihat dari infrastruktur fisik. Perlindungan warga sipil juga harus menyentuh masa depan anak-anak Orang Asli Papua (OAP), termasuk memastikan mereka tetap memiliki akses pendidikan, keterampilan hidup, dan peluang ekonomi di kampungnya sendiri.

“Salah satu persoalan yang masih terlihat di lapangan adalah masih adanya anak usia sekolah yang belum menjadikan pendidikan sebagai prioritas. Sebagian anak muda, kata dia, justru lebih mudah terpengaruh minuman keras dan perilaku negatif lain dibandingkan mengikuti pendidikan secara konsisten”, Ucap Paskalis.

Ia menilai kondisi tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan kenakalan remaja. Lebih jauh, situasi itu menunjukkan perlunya pendekatan perlindungan sosial, pendidikan karakter, pendampingan keluarga, serta pemberdayaan ekonomi yang lebih kuat di tingkat kampung.

“Kalau anak-anak kehilangan arah hidupnya, maka kampung juga kehilangan masa depannya. Karena itu, pendidikan harus hadir lebih dekat dengan kehidupan mereka,” ujarnya

Forum workshop riset advokasi seperti yang digelar MPSI penting untuk membaca persoalan warga sipil secara lebih utuh. Melalui riset berbasis data lapangan, masalah anak putus sekolah, penyalahgunaan minuman keras, lemahnya ekonomi keluarga, dan terbatasnya akses pendidikan dapat dipahami sebagai bagian dari isu perlindungan warga sipil.

Paskalis mendorong agar dana Otsus lebih fokus pada pengembangan sumber daya manusia, inovasi, dan ekonomi kampung. Ia menilai, Otsus harus benar-benar terasa manfaatnya bagi keluarga dan anak-anak Papua, bukan hanya berhenti pada program yang bersifat administratif atau pembangunan fisik.

Paskalis juga menawarkan gagasan dengan membangun kampung berciri entrepreneur. Konsep ini menempatkan pendidikan, inovasi, dan ekonomi lokal sebagai satu kesatuan. Anak-anak dan pemuda Papua perlu dikenalkan pada keterampilan yang sesuai dengan potensi kampung, seperti pertanian, peternakan, perikanan, pengolahan hasil alam, perdagangan kecil, dan pemanfaatan teknologi sederhana.

“Dengan cara tersebut, pendidikan tidak hanya dipahami sebagai ruang belajar formal di sekolah, tetapi juga sebagai proses membangun kemandirian. Anak-anak Papua dapat belajar dari lingkungan hidupnya sendiri, sekaligus memiliki kemampuan untuk mengelola potensi lokal menjadi sumber ekonomi keluarga dan kampung”,

Ia berharap kegiatan yang digelar MPSI tidak berhenti sebagai forum saat ini, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat kerja bersama antara tokoh lokal, pendidik, pemerintah, masyarakat adat, dan organisasi masyarakat sipil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....