Aspirasi Petani Sawit Terkait Pendirian PKS Baru Disampaikan ke Pangdam

  • 30 Jun 2026 07:25 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID,Bengkulu Selatan - Bupati Bengkulu Selatan, terus berupaya untuk melakukan penambahan pabrik kelapa sawit (PKS) di Kabupaten Bengkulu Selatan. Langkah ini dilakukan sebagai solusi mengatasi antrean panjang pengiriman tandan buah segar (TBS), yang selama ini dikeluhkan para petani.

Keterbatasan kapasitas pabrik dinilai menjadi salah satu penyebab turunnya kualitas buah dan harga jual ditingkat petani. Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, saat acara ramah tamah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bengkulu Selatan, minggu lalu 22 Juni 2026.

Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajuddin mengatakan, keberadaan Pabrik Kelapa Sawit baru di wilayah Manna sangat dibutuhkan untuk mengurangi antrean bongkar muat hasil panen petani. Selama ini, proses menunggu giliran di pabrik bisa mencapai tiga hari sehingga kualitas buah terus menurun sebelum diolah.

"Proses bongkar muat sawit pada pabrik kelapa sawit itu bisa sampain 3 harian. Kondisi ini menjadibpenyebab harga jatuh di tingkat petani, maka dari itu kami butuh adanya Pabrik baru," ujar Bupati kepada RRI Senin 29 Juni 2026.

Dengan adanya penambahan Pabrik Kelapa Sawit tidak hanya akan mempercepat proses pengolahan tandan buah segar kelapa sawit saja. Tapi juga diharapkan mampu meningkatkan harga jual tandan buah segar kelapa sawit.

Selain itu juga sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga Kabupaten Bengkulu Selatan. Khusunya yang menggantungkan hidupnya dengan hasil kebun kelapa sawit.

"Kalau ada Pabrik baru saya rasa antrian panjang tidak ada lagi. Kualitas buah sawit petani juga terjaga," katanya.

Bupati Bengkulu Selatan juga mengingatkan kepada para pemilik kebun sawit untuk selalu menjaga kualitas buah yang dipanen. Yakni dengan memanen buah sawit yang sudah benar-benar matang.

Memanen buah sawit pada tingkat kematangan yang tepat sangat penting. Karena buah yang matang akan menghasilkan minyak sawit mentah (CPO) dengan kualitas terbaik dan rendemen (kadar minyak) yang maksimal.

Setelah dipanen, pastikan Tandan Buah Segar (TBS) segera dikumpulkan dan dikirim ke pabrik dalam waktu maksimal 24 jam. Pembusukan buah yang dibiarkan terlalu lama akan mengundang jamur dan menurunkan kualitas minyak sawit secara drastis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....