Merawat Jembatan Kayu Tradisional agar Aman dan Tahan Lama
- 30 Jun 2026 07:30 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Pembangunan infrastruktur penghubung di wilayah pedalaman sering kali mengandalkan ketersediaan material alam lokal seperti kayu sebagai bahan utamanya. Jembatan kayu tradisional memiliki keunggulan berupa biaya konstruksi yang relatif murah serta proses perakitan yang tidak membutuhkan alat berat.
Berdasarkan studi dari Lestari (2022) dalam Jurnal Teknik Sipil dan Infrastruktur Sederhana berjudul "Kekuatan Lentur Sambungan Baut pada Kayu Kelas Awet II", kapasitas beban diuji. Riset menemukan bahwa penempatan pola ring baut yang sejajar sangat efektif menahan tekanan beban kendaraan harian.
Para insinyur lapangan harus jeli dalam memilih jenis kayu yang memiliki ketahanan alami tinggi terhadap serangan rayap dan kelembapan udara. Mereka melakukan pengujian ketukan pada batang kayu untuk memastikan tidak ada rongga pembusukan tersembunyi di dalam seratnya.
Pondasi jembatan yang bersentuhan langsung dengan aliran sungai juga wajib dilapisi dengan cairan tir atau aspal pelindung khusus. Hal ini dilakukan guna mencegah air sungai meresap dan mempercepat pelapukan tiang pancang utama jembatan tersebut.
Seiring berjalannya waktu, beban kendaraan yang melintas secara berlebihan dapat memicu terjadinya lendutan pada bentang tengah jembatan kayu. Oleh karena itu, pemeriksaan visual secara berkala oleh masyarakat desa sangat penting untuk mendeteksi retakan sejak dini.
Melalui analisis dari Nugroho (2024) dalam Jurnal Rekayasa Struktur Kayu Nusantara berjudul "Evaluasi Kelayakan Jembatan Kayu Pasca Banjir Bandang", dampak lingkungan dipetakan. Hasil riset menyimpulkan bahwa penurunan fondasi akibat gerusan air mampu mengurangi stabilitas jembatan hingga sebesar 25 persen.
Menjaga keandalan jembatan kayu tradisional merupakan perwujudan gotong royong warga dalam merawat urat nadi perekonomian di desa mereka. Yuk, kita ikut peduli dengan membatasi muatan kendaraan yang lewat demi keselamatan bersama seluruh pengguna jalan!
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....