BTNGM Umumkan Penutupan Pendakian di Gunung Merapi
- 29 Jun 2026 19:52 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ramainya konten media sosial yang memperlihatkan aktivitas pendakian Gunung Merapi, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) kembali menegaskan bahwa pendakian ke gunung api paling aktif di Indonesia itu hingga kini masih ditutup untuk umum.
Melalui siaran pers-nya yang diunggah di akun resmi Balai Taman Nasional Gunung Merapi @btn_gn_merapi, tertanggal 29 Juni 2026 menyampaikan, penutupan pendakian masih diberlakukan karena status aktivitas Gunung Merapi naik dari Level I, kini menjadi Level II/III atau Siaga. Kebijakan tersebut telah diterapkan sejak 22 Mei 2018 dan terus mengikuti rekomendasi dari PVMBG dan BPPTKG.
Dalam keterangannya, pendakian hanya diperbolehkan untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi demi alasan keselamatan.
Selain itu, warga yang tinggal di kawasan rawan bencana diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas Merapi. Masyarakat juga diimbau tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya, serta selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan BPPTKG terkait kondisi terkini Gunung Merapi.
Unggahan rilis tersebut mendapat banyak komentar positif dari masyarakat, yang turut mengkhawatirkan pelanggar ataupun warga yang masih nekat membuka jalur wisata Gunung Merapi. “Setuju, keselamatan harus menjadi prioritas, TN berpegang pada fakta, data pemantauan, dan informasi resmi dari instansi yang berwenang. Masyarakat harusnya ngutamain informasi resmi daripada mengikuti ajakan warlok yang bertentangan dengan kebijakan yang masih berlaku,’’ tulis akun @ayuliss dalam komentar di unggahan tersebut.
Selain itu, ada juga warganet yang turut mendukung penutupan ini. “Aku manut pemerintah dalam urusan ini, daripada jadi sosis bakar, terimakasih klarifikasinya,” tulis akun @assefioa.
Di tengah kebijakan tersebut, masih terdapat sejumlah komentar pro dan kontra lainnya. Sebagian mendukung langkah ini, karena keselamatan harus menjadi prioritas utama, mengingat status Merapi. Namun, tidak sedikit pula pelaku wisata dan warga yang menggantungkan penghasilan dari aktivias pendakian, dan berharap jalur pendakian dapat dibuka kembali ketika kondisi benar-benar dinyatakan aman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....