Libur Sekolah Tiba, Jalur Puncak Bogor Mulai Dipadati Wisatawan

  • 29 Jun 2026 18:00 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Momen liburan sekolah mulai tiba. Kawasan wisata Puncak Bogor pun mulai dipadati wisatawan sejak pagi hingga sore hari, Senin 29 Juni 2026. Tidak hanya di jalan utama Puncak , kemacetan juga teradi di jalur alternatif mulai dari Cisarua–Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor yang didominasi kendaraan roda dua dan empat.

Ruas jalan alternatif menjadi jalan pintas pengendara untuk menghindari kepadatan di Jalan utama Puncak Bogor mengakibatkan jalan lumpuh tidak tersisa ruang sedikitpun pada pagi dan sore hari. Tidak hanya kendaraan pribadi, sejumlah bus pariwisata dan kendaraan berukuran besar turut memadati jalur alternatif yang memiliki lebar jalan terbatas. Akibatnya, arus lalu lintas nyaris tidak bergerak selama berjam-jam.

Seorang warga Batulayang, Mamat, mengatakan kemacetan telah berlangsung sekitar dua jam. Menurutnya, kepadatan terjadi karena kendaraan dari berbagai arah masuk secara bersamaan untuk menghindari kemacetan di jalur utama Puncak.

“Karena jalur alternatif ini sempit, saat kendaraan dari semua arah masuk bersamaan akhirnya macet total. Ditambah banyak bus pariwisata yang ikut melintas sehingga kendaraan saling mengunci,” ujarnya.

Mamat menuturkan, kondisi serupa terus terjadi sejak dimulainya masa libur sekolah. Banyak wisatawan memilih jalur alternatif dengan harapan perjalanan lebih cepat, namun justru terjebak kemacetan yang lebih parah.

Ia pun mengimbau wisatawan agar tidak mudah percaya kepada oknum calo jalan yang menawarkan jalur alternatif sebagai solusi menghindari kepadatan di Jalan Raya Puncak. Menurutnya, kapasitas jalan alternatif tidak dirancang untuk menampung lonjakan kendaraan dalam jumlah besar.

“Jangan terbujuk calo yang menyuruh masuk jalur alternatif. Lebih baik tetap bertahan di jalur utama karena kalau di alternatif sudah macet, kendaraan bisa terkunci berjam-jam dan sulit keluar,” katanya.

Sementara itu, kemacetan di Jalan Raya Puncak juga terjadi hampir sepanjang hari, mulai pagi hingga malam. Meski antrean kendaraan cukup panjang, pada hari kerja kepolisian tidak memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way), sehingga volume kendaraan terus menumpuk di sejumlah titik.

Di sisi lain, Asisten Manager Legal dan Umum PTPN I Regional 2 Gunung Mas, Asep Zaenal Muttaqin, mengajak wisatawan memanfaatkan kawasan Agro Wisata Gunung Mas sebagai tempat beristirahat saat terjebak kemacetan. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki area parkir yang luas, udara sejuk, hamparan kebun teh, serta berbagai fasilitas yang dapat dinikmati pengunjung sambil menunggu kondisi lalu lintas kembali normal.

“Selain memiliki area parkir yang luas, kami juga menawarkan pemandangan kebun teh, berbagai pilihan kuliner, dan tempat istirahat yang nyaman. Jadi daripada berjam-jam berada di dalam kendaraan saat macet, wisatawan bisa singgah terlebih dahulu ke Agro Wisata Gunung Mas,” ujar Asep.

Masyarakat yang hendak berwisata ke kawasan Puncak diimbau merencanakan perjalanan dengan baik, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta menghindari penggunaan jalur alternatif yang tidak mampu menampung lonjakan volume kendaraan agar kemacetan tidak semakin parah

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....