Warga Ensaid Panjang Andalkan Telaga Bukit Rentap
- 29 Jun 2026 21:32 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Kesadaran akan ancaman pencemaran lingkungan telah lama tumbuh di kalangan warga Desa Ensaid Panjang. Sejak tahun 2002, masyarakat secara serentak berhenti mengonsumsi air sungai dan beralih sepenuhnya pada tiga mata air alami di kawasan Bukit Rentap.
Kepala Dusun Ensaid Panjang, Ricardus Sembay, mengungkapkan keputusan itu dipicu kekhawatiran warga terhadap pencemaran, terutama setelah masuknya investasi perkebunan sawit di sekitar wilayah mereka pada sekitar tahun 2007.
"Orang mulai sadar kalau kita minum itu limbahnya, terus racun dan sebagainya. Air yang di sungai itu sudah tidak bisa dikonsumsi," tegas Ricardus Sembay.
Kini seluruh kebutuhan air bersih ratusan warga bergantung pada tiga sumber mata air yang memancar dari kawasan Bukit Rentap, yakni Telaga Rendung, Telaga Semunjun, dan Telaga Surat. Melalui sistem pipanisasi, air tersebut langsung dialirkan ke setiap bilik di Rumah Betang maupun rumah pribadi warga. Masyarakat tidak perlu membayar iuran air, hanya menanggung biaya listrik untuk operasional pompa.
Ketahanan air di Bukit Rentap pun telah teruji. Saat musim kemarau ekstrem pada 2019, debit air ketiga telaga tetap mengalir meski sungai-sungai utama di sekitarnya mengering. (Arf)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....