Layanan Publik Nasional Butuh Distribusi Logistik yang Andal

  • 29 Jun 2026 16:05 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Indonesia butuh sistem distribusi logistik, yang terintegrasi dan efisien. Namun, Indonesia punya tantangan geografis yang kompleks sebagai negara kepulauan, serta tingginya kebutuhan sektor kesehatan, pendidikan dan layanan sosial.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi UMY, Dr. Supriyatiningsih menekankan, penguatan sistem logistik nasional tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan. Namun juga berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan layanan publik, khususnya sektor kesehatan.

Kebutuhan terhadap sistem distribusi yang andal semakin mendesak, mengingat besarnya jaringan amal usaha yang dimiliki Muhammadiyah di berbagai daerah. Di seluruh Indonesia, terdapat sekitar 187 rumah sakit milik Muhammadiyah.

”Kami juga punya hampir 200 perguruan tinggi dan ribuan sekolah dari berbagai jenjang pendidikan,” katanya dalam diskusi di UMY, Sabtu, 28 Juni 2026. ”Dengan jaringan sebesar ini, kebutuhan terhadap sistem logistik yang efektif dan terhubung, bisa memastikan seluruh layanan dapat berjalan dengan baik.”

Sektor kesehatan menjadi salah satu contoh nyata, bagaimana tantangan rantai pasok dapat berdampak langsung terhadap pelayanan kepada masyarakat. Ketergantungan terhadap pasokan obat-obatan dari luar negeri kerap menimbulkan kendala.

”Karena distribusi membutuhkan waktu panjang sebelum barang dapat diterima oleh pengguna akhir,” katanya. ”Persoalan ini tidak hanya dirasakan oleh rumah sakit Muhammadiyah saja, tetapi juga menjadi tantangan kesehatan nasional.”

Berangkat dari hal itu, UMY mendorong penguatan sistem logistik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Seperti dunia akademik, industri, dan lembaga riset, untuk berkolaborasi mencari solusi dari tantangan logistik dan rantai pasok.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....