Mengulik Istilah Pembangunan Bahasa dan Sastra

  • 29 Jun 2026 11:39 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan- Para pecinta bahasa dan sastra ada hal yang perlu diketahui dalam hal Pembangunan Bahasa dan Sastra. Dikutip dari laman Kementerian Dasar dan Menengah berikut pembangunan bahasa dan sastra yang mencakup empat (4) program prioritas, yaitu:

1. Penguatan Literasi Kebahasaan dan Kesastraan

Program ini dirancang untuk menjangkau kelompok-kelompok literasi akar rumput yang selama ini menjadi ujung tombak dalam penyebaran budaya baca dan pengembangan apresiasi sastra di berbagai wilayah Indonesia. Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: Penyediaan buku bacaan bermutu, termasuk buku referensi, untuk mendukung peningkatan literasi. Pembinaan literasi terhadap guru dan murid di sekolah yg memiliki nilai rendah.

Selain itu, Pembinaan penggunaan bahasa di satuan pendidikan. Penguatan program sayembara dan apresiasi bagi penulis, sastrawan, dan komunitas literasi untuk mendorong produksi karya sastra berkualitas; dan pengintegrasian teknologi dalam penyebaran dan akses literasi digital, termasuk perpustakaan digital yang lebih inklusif dan mudah diakses masyarakat. Tujuan program ini adalah sebagai produk pengayaan pendukung literasi dan fondasi literasi bahasa dan sastra sebagai prasyarat pembelajaran bermakna.

2. Pemartabatan Bahasa dan Sastra Indonesia

Program ini dirancang untuk meneguhkan Komitmen Pemerintah Daerah tentang Pengutamaan Bahasa Indonesia di ruang publik agar tercapainya Komitmen Pemerintah Daerah tentang Pengutamaan Bahasa Indonesia di ruang publik. Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut, Pelaksanaan Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia dalam upaya menjaga kedaulatan bahasa Indonesia. Penyuluhan dan pendampingan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Peningkatan standar Kemahiran berbahasa Indonesia dan peningkatan kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah pusat dalam pemberian penghargaan secara berjenjang dan terpadu.

Sasaran dari program ini adalah Lembaga Terfasilitasi Layanan Profesional Kebahasaan, Penutur Bahasa Terbina, Instrumen Kemahiran Berbahasa Indonesia, Penutur Bahasa Teruji, Komunitas Sastra yang Difasilitasi dan Diapresiasi, Komunitas Literasi yang Difasilitasi dan Diapresiasi. Selain itu Komunitas Penggerak Literasi Terbina, Perhelatan Karya Kreatif Pembinaan Bahasa dan Sastra, Generasi Muda Terbina Program Literasi, dan Korpus Kebahasaan yang Dikembangkan.

3. Pelindungan Bahasa dan Sastra Daerah

Penutur bahasa daerah aktif kembali menggunakan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari dan proses pewarisan bahasa daerah yang berkelanjutan di komunitas. Ragam bahasa sebagai kekayaan intelektual dan warisan pengetahuan lokal dilakukan melalui beberapa kegiatan sebagai berikut:

Pemetaan bahasa, sastra, dan aksara daerah. Pengembangan program dokumentasi digital untuk bahasa daerah. Penyediaan insentif dan penghargaan bagi komunitas dan individu yang aktif dalam pelestarian bahasa daerah; dan Kemandirian pemerintah daerah dalam pelaksanaan program RBD berkelanjutan dan menyesuaikan dengan kebutuhan lokal.

Sasaran program ini adalah penutur bahasa daerah terfasilitasi program pelindungan bahasa daerah, Peta Kebinekaan Bahasa dan Sastra, Pelestari Bahasa dan Sastra Daerah. Hal ini difasilitasi dan diapresiasi, serta Perhelatan Karya Kreatif Pelestarian Bahasa dan Sastra Daerah.

4. Internasionalisasi Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia sebagai diplomasi bangsa dan alat tukar pengetahuan. Oleh karena itu dilakukan beberapa kegiatan sebagai berikut:

Peningkatan kerja sama dengan institusi akademik dan lembaga kebahasaan internasional. Pengembangan standar internasional untuk bahan ajar dan sertifikasi kemahiran berbahasa Indonesia. Penguatan diplomasi kebahasaan melalui partisipasi aktif dalam forum-forum internasional dan organisasi kebahasaan dunia dan Penyusunan peta jalan penginternasionalan bahasa Indonesia.

Sasaran program ini adalah Bahan Fasilitasi Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Lembaga Terfasilitasi BIPA. Selain itu juga sastrawan berkarya di mancanegara, fasilitasi penerjemahan dan penjurubahasaan di lembaga multilateral, dan perhelatan karya kreatif diplomasi kebahasaan melalui festival handai Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....