Pasca PENAS, Gorontalo Raup Program Hilirisasi dan Benih Pertanian
- 29 Jun 2026 11:26 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengungkapkan penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian di Provinsi Gorontalo. Selain dampak ekonomi, Gorontalo juga memperoleh sejumlah program strategis dari pemerintah pusat, mulai dari hilirisasi komoditas hingga tambahan bantuan benih.
Hal itu disampaikan Gusnar Ismail dalam konferensi pers pasca-PENAS di Aula Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Sabtu 27 Juni 2026.
Menurut Gusnar, momentum PENAS menjadi ruang bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk memperjuangkan berbagai program pembangunan pertanian langsung kepada pemerintah pusat.
Salah satu hasilnya adalah penguatan program hilirisasi komoditas unggulan. Gusnar mengatakan pemerintah pusat telah menyiapkan program pembibitan kelapa seluas 10 ribu hektare sebagai langkah awal menuju pengembangan industri hilir kelapa pada 2029.
"Pak Menteri Pertanian menyampaikan bahwa sekarang di Gorontalo sudah ada pembibitan kelapa menuju hilirisasi. Kurang lebih 10 ribu hektare dan bibitnya sudah siap dibagikan kepada petani," kata Gusnar.
Selain kelapa, pemerintah pusat juga menyiapkan pengembangan kakao seluas 5 ribu hektare. Sementara untuk sektor tebu, Gorontalo diproyeksikan akan memiliki dua pabrik gula yang dikembangkan melalui program hilirisasi pemerintah.
Tidak hanya itu, Gusnar menyebut program cetak sawah baru juga mendapat tambahan. Setelah sebelumnya menyelesaikan sekitar 1.000 hektare sawah baru di Marisa, Kementerian Pertanian kembali menambah target pencetakan sawah seluas 150 hektare.
Di sektor tanaman pangan, Gorontalo juga memperoleh tambahan bantuan benih yang cukup besar. Sebelum pelaksanaan puncak PENAS, pemerintah pusat telah mengalokasikan bantuan benih untuk lahan seluas sekitar 33 ribu hektare.
Usai kegiatan PENAS, bantuan tersebut kembali bertambah. Melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Gorontalo akan menerima tambahan benih jagung untuk lahan seluas sekitar 48 ribu hektare.
Gusnar menilai tambahan berbagai program tersebut merupakan dampak positif dari penyelenggaraan PENAS di Gorontalo. Menurutnya, kehadiran para menteri dan pejabat pusat mempermudah pemerintah daerah menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan pertanian.
"Karena kita punya kegiatan besar seperti PENAS, kita bisa langsung menyampaikan kebutuhan daerah. Jadi tidak perlu lagi melalui proses audiensi yang panjang. Kita manfaatkan momentum ini untuk kepentingan masyarakat Gorontalo," ujarnya.
Ia berharap seluruh bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Provinsi Gorontalo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....