meski Harga Kedelai Naik, Pasokannya Masih Stabil
- 28 Jun 2026 18:31 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bengkulu Utara - Harga kedelai di Kabupaten Bengkulu Utara kembali alami kenaikan. Kenaikan tersebut terjadi secara bertahap dalam 2 pekan terakhir.
Salah seorang agen kedelai di Pasar Purwodadi Arga Makmur Ekspoy mengatakan sebelumnya kacang kedelai dibandrol 550 ribu rupiah per karung ukuran 50 kilogram. Namun kini naik menjadi 560 ribu rupiah per karung.
Meski mengalami penyesuaian harga, kedelai yang dijual saat ini masih berada di bawah harga eceran tertinggi atau HET pemerintah. Satu kilogram kedelai eceran dibandrol 11.200 rupiah sedangkan HET 12 ribu rupiah per kilogram.
"Kacang kedelai naik sekarang harganya. Kalau kemaren 1 karung isi 50 kilogram itu 550 ribu rupiah. Kini naik jadi 560 ribu rupiah, artinya satu kilogramnya itu naik 200 rupiah," ujar Ekspoy kepada RRI 27 Juni 2026.
Menurut agen kedelai menguatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah menjadi faktor utama kenaikan harga kedelai impor. Selain itu, kenaikan biaya distribusi akibat meningkatnya harga bahan bakar minyak juga memengaruhi harga jual kedelai di tingkat agen.
"Sudah 2 minggu ini harga kacang kedelai ni naik. Ada beberapa faktor lah yang bikin naik harga kacang kedelai ini, salah satunya BBM," katanya.
| Baca juga: Harga Bawang Putih di Arga Makmur Naik |
Meski harga kacang kedelai naik, agen menyebut pasokan kedelai dari distributor masih aman dan tidak mengalami gangguan. Untuk pasokan kacang keselai ini sendiri didatangkan dari Provinsi Lampung.
Kondisi pasokan yang tetap stabil diharapkan dapat menjaga ketersediaan kedelai di pasar. Sekaligus memenuhi kebutuhan para pelaku usaha dan masyarakat di bengkulu utara.
"Kalau pasokannya tidak ada alami kendala atau pengurangan tidak ada. Berapa yang kami pesan pasti sesuai terus jumlahnya," ucapnya.
Sementara itu salah seorang pedagang tahu dan tempe Marni mengaku baiknya harga kacang kedelai cukup tinggi. Namun ia sebagai pedagang tahu dan tempe tidak bisa menaikan harga jual dagangannya.
Untuk mensiasatinya Marni mengurangi ukuran tempa dan tahu dagangannya. Hal ini dinilai lebih efektif dibandingkan harus menaikan harga dagangannya," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....