RRI Madiun Gelar Ruwatan, Wujud Nguri-uri Budaya Jawa
- 28 Jun 2026 13:27 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Madiun mengadakan ruwatan massal, sebagai rangkaian acara Gelar Budaya, Minggu (28/6/2026). Ruwatan ini bertujuan menghilangkan energi negatif, menyucikan diri, serta memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dari mara bahaya.
Sebelum prosesi ruwatan, setidaknya ada 57 macam sesaji yang disiapkan. Sesaji atau sajen itu terdiri atas hasil bumi, perkakas dapur, air tujuh sumur dan lainnya.
Adapun rangkaian prosesi ruwatan diawali kirab sukerta. Dilanjutkan sungkeman ke orang tua masing-masing sukerta.
Berikutnya pager-pager dilanjutkan wayangan dengan lakon Murwakala dan tigas rikmo oleh dalang Ki Subandi Marsudi Carito. Kemudian sukerta menjalani siraman yang diambil dari tujuh sumber air dipimpin Kepala RRI Madiun. Tahapan berikutnya murak sesaji serta kupat luwar.

Kepala RRI Madiun, Kukuh Setyo Budi Akhrianto mengatakan, antusias peserta mengikuti ruwatan di RRI cukup tinggi. Setidaknya ada 42 peserta atau sukerta yang diruwat, bukan hanya berasal dari Madiun, namun dari beberapa daerah di Jawa Timur serta Bandung.
“Ruwatan ini masih punya perhatian di masyarakat dan mereka membutuhkan, atas dasar ini kita mengadakan ruwatan. Jadi kita melayani masyarakat yang ingin meruwat anak atau keluarganya, karena kalau menggelar ruwatan sendiri tentu biayanya mahal, maka kita lakukan ruwatan massal yang pada intinya menghilangkan energi negative agar ke depan dapat berjalan dengan energi positif,” ujarnya.
Sementara itu dalang ruwatan, Ki Subandi Marsudi Carito mengungkapkan, ruwatan harus terus dilestarikan sebagai wujud nguri-uri budaya dengan landasan acara adat. Lebih dari sekadar ritual, ruwatan menyimpan makna mendalam untuk membuang sengkolo atau mala petaka.
“Makna ruwatan ini adalah dihilangkan keringat-keringat yang jelek, yang melengket di paribadi sukerta. Kalau sudah hilang, maka tidak ada yang mengganggu perjalanan dalam hidup, jalan yang dilalui juga semakin terang,” ungkapnya.
Ia berharap peserta ruwatan selalu ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Ki Subandi juga meminta sukerta untuk selalu memohon doa tulus kepada Tuhan YME, Allah SWT agar mendapatkan keselamatan lahir dan batin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....